Buka MLD VI, Dirjen Ingatkan Mahasiswa Buddha tentang Pancasila dan Moderasi Agama

Jakarta (Kemenag) --- Ditjen Bimas Buddha kembali menggelar Mahaniti Loka Dhamma (MLD). Gelaran tahun ini merupakan ajang kali keenam.

MLD merupakan ajang pertemuan, penampilan kebolehan, dan ketangkasan Dhamma bagi masyarakat kampus yang bersifat nasional. MLD yang diikuti para mahasiswa Buddha ini kali berlangsung dari 17 - 21 April di Jakarta.

Membuka event ini, Dirjen Bimas Buddha Caliadi berpesan tentang moderasi agama dan Pancasila. Menurutnya, agama mengajarkan nilai-nilai yang sangat hakiki. Dengan agama, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa suatu tatanan kehidupan yang bernilai. Karenanya, semangat moderasi agama harus terus ditumbuhsuburkan oleh mahasiswa Buddha.

Menurut Caliadi, ada tiga aspek moderasi, ideologis, budaya, dan agama. Bidang idiologis, mahasiswa Buddha harus secara aktif menegakan Pancasila sebagai dasar negara. Di bidang kebudayaan, moderasi meliputi sendi-sendi perilaku yang berkembang di masyarakat, misalnya: cipta, rasa, karsa dan karya manusia. Sementara di bidang agama, moderasi akan membentuk manusia Indonesia yang berkualitas dan bermartabat. 

“Kiranya kegiatan Mahaniti Loka Dhamma dapat dijadikan sebagai ajang mengasah keterampilan dan menambah wawasan sebagai generasi muda yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa mendatang,” ucap Dirjen di Jakarta, Rabu (18/04).

Mahasiswa Buddhis Indonesia, kata Dirjen, merupakan bagian masyarakat Indonesia yang harus ikut serta dalam penghayatan dan pengamalan ajaran agama. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepekaan akan rasa kekeluargaan, keakraban, pembinaan dan pengembangan potensi diri melalui asah keterampilan pengetahuan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Melalui Mahaniti Loka Dhamma, mahasiswa bisa ikut serta dalam memikirkan hal ini. Mereka harus menjawab tantangan-tantangan hidup yang dihadapi oleh semua elemen bangsa,” tandasnya. (eddwin)