Rabu, 19 April 2017, 06:48

Ditjen PHU Panggil First Travel Terkait Penundaan Keberangkatan Jemaah

Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis. (foto: mkd)

Jakarta (Kemenag) --- Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah memanggil pihak First Travel. Pemanggilan ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi masalah penundaan keberangkatan jemaah umrah.

Direktur First Travel Andika beserta jajarannya hadir di Kemenag pada Selasa (18/04) siang dan diterima oleh Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis. Ikut mendampingi, Kasubdit PIHK Iwan Dartiwan dan Plh Kasi Pengawasan Zakaria Ansori.

"Kami panggil First Travel untuk mengklarifikasi berbagai hal yang berkembang di lapangan, terutama terkait adanya sekitar 270 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Juga melakukan crosscheck atas data yang ditemukan di lapangan untuk mengetahui penyebab sesungguhnya," ujar Muhajirin Yanis saat ditemui usai pertemuan dengan First Travel.

Selain itu, Muhajirin juga menanyakan masalah penjadwalan ulang keberangkatan sejumlah jemaah umrah First Travel. Mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo ini mengaku mendapatkan keluhan tentang adanya sejumlah jemaah yang mengalami penundaan pemberangkatan.

Ada juga jemaah yang mengadu terkait urutan keberangkatan. Meski mendaftar lebih dahulu, mereka mengaku ada jemaah lain yang mendaftar belakangan malah didahulukan.

"Ada temuan di lapangan, jemaah yang seharusnya berangkat belakangan, didahulukan. Jemaah yang seharusnya berangkat lebih awal mengetahui itu sehingga mereka bereaksi dan menuntut ada kepastian keberangkatan," ujarnya.

Terkait hal ini, Muhajirin telah meminta kepada pihak First Travel untuk segera memberikan jadwal keberangkatan yang pasti kepada jemaah. Selain itu, mereka juga diminta untuk segera mendata ulang jemaah yang mendaftar promo sejak tahun 2015 dan hingga saat ini belum mendapatkan jadwal keberangkatan atau sudah mendapat jadwal tapi masih tertunda.

"Mereka berkomitmen untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan keberangkatannya," ucap Muhajirin.

"Apa yang telah menjadi kesepakatan bersama, pihak Kemenag akan terus memantau dan mendalami apakah ini betul-betul dilaksanakan," tambahnya.

Direktur Utama First Travel Andika mengaku saat ini pihaknya tetap fokus untuk terus melayani jemaah. Menurutnya, anggapan dan penilaian yang saat ini berkembang di luar mengenai First Travel menjadi vitamin untuk terus melayani jemaah.

"Kita tetap melakukan kegiatan untuk melayani jemaah sampai semuanya selesai," ujarnya.

Kesempatan bertemu pihak Kementerian Agama, kata Andika juga menjadi sarana menjalin komunikasi yang baik sekaligus mengclearkan segala perspektif yang beredar di luar. "Semua sudah kita jelaskan dan semoga ini menjadi terjalinnya (komunikasi) lebih baik," tandasnya. (mkd/mkd)

Berita Lainnya
Sabtu, 22 April 2017, 07:08

Kemenag Resmikan Pusdiklat Buddha Prabha Pertama di Wilayah Timur

Jumat, 21 April 2017, 21:21

Menag: Tenda Arafah Anti Api, Tahan Air, dan Berangka Baja

Jumat, 21 April 2017, 21:14

Penyiapan Akomodasi Jemaah di Makkah Capai 98%

Jumat, 21 April 2017, 18:42

Tahap I Ditutup, 12.716 Jemaah Haji Khusus Lunasi BPIH

Jumat, 21 April 2017, 09:32

Menko PMK Tinjau Fasilitas Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia