Sabtu, 7 Januari 2017, 05:52

70 Jemaah Umrah Tertunda Pulang Diberangkatkan 9 Januari

Konjen RI Moh Hery Saripudin menyerahkan tiket kepulangan jemaah umrah yang sempat tertunda. (foto: KUHI)

Jeddah (Pinmas) --- Kepulangan jemaah umrah asal Pontianak Kalbar yang sempat tertunda dari jadwal semestinya mulai menemui titik terang. Setelah 32 jemaah memilih pulang secara mandiri, 70 jemaah lainnya dijadwalkan akan pulang pada 9 Januari mendatang.

Kepastian pemulangan70 jemaah ini diketahui setelah AT yang merupakan mitra bisnis Minamas yang berpusat di Makkah bersedia membelikan tiket kepulangan mereka. Para jemaah yang sedianya pulang 28 Desember 2016 lalu ini dijadwalkan akan terbang dengan Lion Air GT.111B pada 9 Januari pukul 21.35 waktu Arab Saudi, termasuk salah satu jemaah sakit yang dirawat di King Fahd Hospital dan sudah dinyatakan sehat.

Staf Teknis Haji I Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Ahmad Dumyathi Basori mengatakan, tiket yang telah disiapkan Minamas selaku provider visa ini secara simbolis diserahkan oleh Konsul Jenderal RI Mohamad Hery Saripudin kepada jemaah. Selain Dumyathi, penyerahan tiket ini juga disaksikan Teknis Imigrasi Ibnu Ismoyo, serta perwakilan PT. Minamas dan AT selaku mitra bisnisnya.

"Kami sangat senang pada malam ini bapak ibu sudah mendapatkan tiket, semoga pada tanggal 9 Januari nanti, ibu bapak dapat terbang kembali ke Tanah Air berjumpa dengan sanak famili," ucap Konjen, Jumat (06/01) malam.

"Ada pelajaran yang bisa dipetik dalam kejadian ini, baik bagi travel atau jemaah. Doa kami semoga Allah mengabulkan ibadah umrah ibu bapak semua," pesannya.

Kejelasan jadwal kepulangan ini disambut gembira para jemaah. Maklum, mereka sudah tertahan di Hotel Roshan Al Azhar Jeddah sampai 10 hari tanpa kejelasan jadwal kepulangan. "Kami ucapkan terima kasih semua pihak yang turut membantu kami untuk pulang" ucap Indra salah satu jemaah asal Pontianak.

Kepada para jemaah, Ahmad Dumyathi Bashori menyampaikan bahwa proses pemulangan ini tidak terlepas dari peran serta Subdit Umrah Direktorat Haji dan Umrah Kemenag yang terus mendesak pihak provider visa PT.Minamas agar segera bisa mencari solusi pemulangan jemaah. "Dalam pemulangan bapak ibu ada peran aktif subdit umrah di Jakarta," tegas Dumyathi.

Ke depan, Dumyathi berharap peran asosiasi dalam menyelesaikan permasalahan yang menimpa jemaah umrah. Selama ini, Dumyathi merasa belum ada peran asosiasi travel dalam ikut bersama menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi jemaah dan pihak travel yang berada di bawah naungannya.

Sebelumnya, Kasubdit Pembinaan Umrah Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah Arfi Hatim mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan provider visa untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan ini. Dia juga sudah mendesak agar kedua belah pihak itu segera menyelesaikan persoalannya agar jemaah bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.

"Kami sudah memanggil dan mendesak pihak PPIU dan Provider Visa untuk dapat memulangkan segera para jemaah," terang Arfi.

"Kami juga memastikan jemaah tetap mendapatkan hak-haknya terutama terkait dengan akomodasi dan kepastian jadwal pemulangan," tambahnya.

Sebanyak 102 Jemaah umrah asal Pontianak Kalbar yang tertunda kepulangannya ini berangkat melalui PT Mulia Wisata Abadi selaku PPIU dan PT Minamas selaku provider visa. Mereka tertunda kepulangannya akibat ada kendala teknis pesawat Maldives yang akan membawa kembali ke Tanah Air. (KUHI/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Sabtu, 22 April 2017, 07:08

Kemenag Resmikan Pusdiklat Buddha Prabha Pertama di Wilayah Timur

Jumat, 21 April 2017, 21:21

Menag: Tenda Arafah Anti Api, Tahan Air, dan Berangka Baja

Jumat, 21 April 2017, 21:14

Penyiapan Akomodasi Jemaah di Makkah Capai 98%

Jumat, 21 April 2017, 18:42

Tahap I Ditutup, 12.716 Jemaah Haji Khusus Lunasi BPIH

Jumat, 21 April 2017, 09:32

Menko PMK Tinjau Fasilitas Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia