Allah Menyertai Kita (Matius 1:23)

Umat Kristen di seluruh Indonesia yang berbahagia. Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan, yang saat ini memberikan kesempatan untuk kita beribadah, memuji, memuliakan nama-Nya, mendengarkan sabda Firman-Nya yang adalah pribadi Tuhan itu sendiri. Sampai saat ini kita disertai, dilindungi, bahkan senantiasa mendapatkan berkat yang luar biasa dari-Nya. Berkat jasmani, berkat rohani, serta berkat-berkat istimewa lainnya yang tidak dapat dilihat oleh mata tetapi  sedemikian limpah dan luar biasa. 

Refleksi Kristen pekan ini membahas pesan dalam Matius 1:23, yang berbunyi sebagai berikut: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.”

Penyertaan Allah kita menjadi sesuatu yang mutlak, sejak manusia jatuh ke dalam dosa karena melanggar Firman Tuhan, memakan buah yang dilarang oleh Tuhan. Manusia itu diusir dari taman Eden, kehidupan yang tadinya penuh dengan kemuliaan Allah dan dalam terang Tuhan, ke hidup di dalam kegelapan. Satu kondisi yang sangat tidak baik, hidup dalam kegelapan dan tidak bisa membedakan yang baik dan yang jahat. Tidak bisa mengerjakan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan hingga Tuhan hadir. 

Mendapatkan penyertaan Tuhan Kembali itu laksana bangsa yang hidup di dalam kegelapan lalu mendapatkan terang penyertaan Allah yang membawa terang. Penyertaan ini semakin bermakna dalam kondisi kehidupan manusia yang semakin hari semakin susah, tantangan demi tantangan yang semakin beragam dan semakin berat untuk dihadapi. 

Sebagai contoh, Pandemi Covid-19 yang telah merebak sedemikian rupa, membawa dampak langsung maupun tidak langsung, termasuk dampak ekonomi kepada kita. Banyak saudara-saudara kita yang meninggal dunia. Inilah tantangan yang membuat manusia membutuhkan penyertaan Tuhan. Sehingga, apapun yang terjadi manusia itu tidak putus asa, tidak patah semangat. Ibarat buluh yang patah terkulai tetapi tidak akan diputuskan. Laksana sumbu yang nyaris padam tetapi tidak akan dipadamkan.    

Penyertaan Allah akan menjadikan kondisi yang terburuk sekali pun direka menjadi sesuatu kebaikan. Dalam Filipi 1:21 dikatakan: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” 

Tanpa penyertaan Allah, segala tantangan hidup tidak akan bisa dipahami, tidak bisa disyukuri dan tidak bisa dilihat bahwasanya itu baik. Sekali lagi, penyertaan Tuhan itu mutlak. Dalam Imamat 26: 11-12, penyertaan Tuhan dinyatakan dengan menempatkan kemah Tuhan di tengah-tengah umat-Nya dan hati Tuhan tidak akan muak. Kenapa muak?  Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kecenderungan hatinya adalah kejahatan semata-mata. Maka solusinya adalah Allah akan menempatkan kemah sucinya atau Tabernakelnya di tengah-tengah umat-Nya.

Selanjutnya ayat 12 mengatakan: Dia akan menjadi Allah kita, Allah bagi umat-Nya dan kita akan menjadi umat Allah. Penyertaan Allah yang sungguh lluar biasa, menebus manusia dari maut. Dalam kehidupan menebus manusia dari kegelapan menuju kepada terang yang ajaib, bahkan juga manusia itu akan mendapat pelayanan malaikat. Ini seperti yang tertulis dalam Ibrani 1:14, manusia itu akan mendapat pelayanan malaikat karena memang malaikat itu diciptakan untuk melayani orang-orang yang harus diselamatkan. 

Kembali kepada manusia yang harus menghadapi tantangan demi tantangan, tantangan besar, tantangan kecil dan segala macam tantangan yang ada. Tuhan menghendaki manusia itu mampu menyelesaikan, mampu menghadapi atas hidup umat manusia. Menjadikan manusia itu menang atas setiap tantangan yang ada. 

Bahkan dalam Wahyu 21:3, Yohanes menuliskan sebagai berikut: “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”

Penyertaan Allah sampai akhir zaman demikian juga dituliskan dalam Matius 28:20. Tuhan akan menyertai umat-Nya sampai akhir zaman, sampai finish, sampai manusia itu masuk dalam kerajaan Allah, kembali merasakan suasana Taman Eden, Taman Firdaus yang penuh dengan kemuliaan Allah.  Tanpa penyertaan Allah, tantangan itu akan melumpuhkan manusia, tantangan itu akan membutakan manusia, tantangan itu akan meluluhlantakkan setiap sendi kehidupan dari manusia. 

Saya bersyukur kepada Tuhan ada solusi yang sangat Ajaib. Penyertaan Allah dinyatakan, Dara Maria didatangi malaikat yang menyampaikan kabar kesukaan bagi seluruh bumi, kesukaan yang sangat luar biasa. Penyertaan Allah lewat Immanuel, lewat Yesus. Setelah Yesus memulai pelayanan-Nya, berkeliling ke seluruh Galilea memberi pengajaran dalam rumah-rumah ibadat memberitakan Injil Kerajaan Allah, melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan di antara umat manusia. Ini bisa kita baca dalam Matius 24:23-25. 

Saat ini kita datang dari mana dan membawa tantangan apa? Membawa kesengsaraan apa? Orang yang percaya kepada Dia, orang yang percaya kepada Yesus, penyakit apapun Yesus mampu menyembuhkan. Kelemahan-kelemahan apapun, Yesus sanggup melenyapkan. Penyertaan yang kita rasakan membuat kita mampu menghadapi segala perkara. Dalam Filipi 4:13 dikatakan di dalam Dia, di dalam Yesus, dengan penyertaan Yesus, segala perkara dapat kita tanggung. 

Penyertaan Allah atas kita orang yang percaya menjadikan kita mampu menanggung segala perkara. Bahkan Wahyu 6:2 mengatakan ada kelompok pilihan yang akan menjadi pemenang yang merebut kemenangan. Kalau kita percaya kita juga akan menjadi bagian dalam kelompok ini. Satu hal yang sangat luar biasa dan sangat ajaib dalam kondisi yang sangat miris, dalam kondisi yang sangat menyesakkan, kita justru dengan penyertaan Allah memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang yang akan merebut kemenangan. Terpujilah nama Tuhan, kekal selamanya. Amin

Pdt. Rosman Hasibuan, M.Th. (Sinode Gereja Kristen Tabernakel Yogyakarta)
 


REKOMENDASI