Kemenag Siapkan Program Pemberdayaan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan menyiapkan program pemberdayaan Masjid Raya Syeikh Zayed di Solo, Jawa Tengah. Hal ini dikemukakan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, di kediaman Dubes UEA, Kuningan, Jakarta Selatan. 

"Kemenag mensupport sepenuhnya. Nanti pelaksanaan program di dalamnya, kegiatan-kegiatan yang ada di situ akan dikelola Kemenag,” tutur Kamaruddin usai menghadiri pertemuan tersebut, Senin (19/4/2021) malam. 

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Kamaruddin, juga dibahas berbagai peluang pengembangan masyarakat melalui keberadaan masjid tersebut. “Kita ngobrol-ngobrol, diskusi untuk pembangunannya ke depan. Jadi itu saja intinya pertemuan malam ini, menyambut pembangunan Masjid Raya Solo,” ujar Kamaruddin. 

"Kita berharap Masjid Raya Syeikh Zayed ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh umat Islam khususnya di Surakarta," imbuhnya. 

Sebelumnya, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Syeikh Zayed Solo telah dimulai pada 6 Maret lalu. Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi.

Masjid yang berlokasi di Kampung Gilingan, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah itu dibangun dengan desain menyerupai Grand Mosque di Abu Dhabi, ibu kota UEA. (Fadly)