Perayaan Paskah ASN, Sekjen Ingatkan Jargon untuk Gereja dan Negara

Jakarta (Kemenag) --- Umat Katolik hari ini menggelar Misa Bersama dalam rangkaian Perayaan Paskah ASN. Misa yang digelar Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini berlangsung di Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga Katedral Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Hadir setelah pelaksanaan Misa, Sekjen Kemenag Nizar yang mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas berbicara tentang moderasi beragama. Nizar mengingatkan para ASN yang baru saja mengikuti Misa, tentang jargon gereja dan negara. 

"Pro Ecclesia et Patria yang berarti untuk gereja dan negara adalah jargon yang perlu terus dipelihara ASN Katolik. Tema 100% Katolik dan 100% Indonesia harus benar benar dihayati lewat berbagai program dan aktifitas yang tujuannya untuk mengajak dan mendorong umat Katolik sungguh-sungguh mencintai Tanah air Indonesia," jelas Nizar.

Menurut Nizar, beragama yang moderat di Indonesia, salah satunya ditandai dengan menerima empat kesepakatan dasar komitmen kebangsaan, yaitu: Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Siapapun warga negara Indonesia atau yang tinggal di Indonesia  harus memahami  filosofi dari empat kesepakatan dasar komitmen kebangsaan itu agar kehidupan sosial kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik," jelas Nizar.

Selain itu, berkomitmen untuk menjaga toleransi dalam kehidupan sosial dan keagamaan. ASN dengan pemahaman keagamaan yang moderar juga anti kekerasan dalam menyelesaikan masalah, serta menerima budaya dan kearifan lokal yang secara teologis tidak bertentangan dengan ajaran inti agama.

Menurut Nizar, cinta tanah air sebagai salah satu indikator moderasi beragama telah dicontohkan Uskup Mgr. Albertus Soegijapranata. Dia adalah seorang uskup pribumi pertama yang memegang prinsip 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Perayaan Paskah ini sedikitnya diikuti 500 jemaat ASN melalui aplikasi zoom dan 8000 partisipan yang mengikuti melalui youtube.

Sebelumnya, Misa dipimpin Uskup Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo yang juga Ketua Wali Gereja Indonesia didampingi Romo Paulus Cristian Siswantoko. Pr. dan Romo Agustinus Wibowo, Pr.

Hadir juga, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama RI, Yohanes Bayu Samodro, dan sejumlah perwakilan pejabat dari Kementerian dan Lembaga Negara.