Umat Lintas Agama di NTT Ikut Pawai Ta'aruf Menyongsong MTQ

Kupang, 20/6 (Pinmas) - Panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) XXI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, menggelar pawai Ta`ruf ( tingkatkan kebersamaan) yang melibatkan berbagai agama demi kebersamaan antarumat beragama di daerah ini. Selain 16 kafilah dari berbagai kabupaten/kota di NTT, pemuda Kristen dan Hindu Dharma juga ikut memeriahkan pawai Ta`ruf sejauh kurang lebih enam kilometer dengan jarak tempuh dua jam berjalan kaki itu.

Pelajar SMTA baik negeri maupun swasta yang dikelola Yayasan Muslim maupun Kristen, juga terlibat aktif dalam kepanitiaan maupun peserta pawai. Gubernur NTT, Piet Alexander Tallo, SH, melepas peserta pawai dari depan Kantor Bupati Kupang menuju arena promosi Fatululi Kota Kupang melintasi Jalan A Yani, Jalan ER Herewilla, Jalan WJ Lalamentik dan Jalan Raya El Tari II Kupang. Sebanyak 21 buah balon gas dan 21 ekor burung merpati dilepas ke angkasa pertanda pelaksanaan MTQ XXI yang untuk pertama kalinya diselenggerakan di ibukota Provinsi NTT ini.

Pelaksanaan pawai keagamaan itu berlangsung aman dan lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian yang mengatur kelancaran lalu lintas. Sekretaris Panitia, Kasim Dahlan, mengatakan selain menyemarakan suasana menyongsong MTQ XXI, pelibatan agama lain selain Islam dalam pawai Ta`ruf ini lebih dimaksudkan untuk memupuk kebersamaan antarumat beragama."Dari suasana pawai terlihat jelas bagaimana umat beragama di daerah ini menjalin kerukunan dan memupuk kebersamaan. Semoga terus berlanjut di masa mendatang," katanya.

Pawai Ta`ruf itu digelar setelah acara penerimaan para kafilah dan Dewan Hakim MTQ XXI oleh unsur Muspida Kota Kupang yang diwarnai upacara pengalungan selendang adat.MTQ XXI itu dipusatkan di arena promosi Fatululi dan berlangsung dari 20-25 Juni guna menyeleksi qori (peserta laki-laki) dan qoriah (peserta wanita) terbaik utusan NTT guna berlaga di MTQ Nasional. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (20/6) pukul 19.30 Wita. Pelaksanaan MTQ dikategorikan dalam tiga golongan yakni golongan anak-anak (usia maksimal 14 tahun) remaja (usia maksimal 22 tahun) dan dewasa (usia maksimal 41 tahun). (Ant/Ba)