Seri Moderasi

UIN Mahmud Yunus Gelar Konferensi Internasional Membahas Moderasi Beragama

Sumatera Barat (Kemenag) --- Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus (UIN MY) Batusangkar memberikan penguatan moderasi beragama kepada dosen dan mahasiswa setempat. Penguatan itu dilaksanakan melalui Batusangkar International Conference on Sosial Sciences, Education and Humanities (BICoSEH).

Ajang yang diinisiasi Pascasarjana UIN MY ini berlangsung pada 10-11 Oktober 2022. Direktur Pascasarjana UIN MY, Suswati Hendriani mengatakan, penguatan moderasi beragama penting dilakukan dalam rangka mencegah berkembangnya fenomena kekerasan yang mengatasnamakan agama, termasuk ujaran kebencian dan hasutan yang dapat mengikis rasa kasih sayang, persaudaraan, perdamaian, dan persatuan.

“Melalui BICoSEH, kita harapkan dapat terwujud kerukunan dan menepis berbagai tindak kekerasan berbasis tindakan intoleransi dengan kajian-kajian ilmiah. Giat ini dilakukan setiap tahun, untuk dua tahun terakhir penyelenggaraannya dengan model Hybrid,” ujar Suswati Hendriani, di Batusangkar, Kamis (6/10/2022)

Menurut Suswati, implementasi penguatan moderasi beragama diawali dengan pemetaan dan pengkajian sociel sciences, education, and humanitas. Hal ini akan menjadi sumber pengembangan ilmu dengan berbagai perspektif seperti Pendidikan, Studi Gender, Humaniora, Hukum dan Penegakan Hukum, Globalisasi, Ilmu Agama, Psikologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Budaya.

“Kita perlu gagasan dan pikiran dari berbagai kalangan seperti akademisi, pakar/pengamat dan praktisi, juga tertuang dalam karya ilmiah dari penulis berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, baik nasional maupun internasional, guna mengembangkan penguatan moderasi beragama,” katanya.

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Marjoni Imamora, mendukung pelaksanaan BICoSEH. Dia melihat kegiatan ini sangat penting dan strategis untuk mengatasi berbagai persoalan keagamaan. 

"Melalui konsep ini, bisa membuka peluang kita menghadapinya dan menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif. Terutama terhadap capaian sasaran visi UIN MY Batusangkar, yakni "Integratif Dan Interkonektif dalam Keilmuan, Berkearifan Lokal, Bereputasi Global," tutup Marjoni.

BICoSEH akan menampung 200 peserta secara luring, sementara secara daring akan disediakan untuk 1.000 peserta. Mereka terdiri atas kalangan dosen dan mahasiswa, Pascasarjana atau Magister se Indonesia, perguruan tinggi nasional dan internasional, serta lembaga sosial dan keagamaan. Juga dihadirkan beberapa pemateri, yaitu: Dr. Anan Nisoh (Thailand), Dr. Ahmed Hemida (Mesir), dan Prof. Dr. Rebeca Fanany (Australia). (Doni)