Tokoh Lintas Agama Minta PBB Gelar Sidang Khusus Darurat Untuk Kasus Israel

Jakarta, 28/7 (Pinmas) - Sejumlah tokoh masyarakat dan lintas agama mendatangi kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta, Jumat, untuk menyampaikan pernyataan sikap atas agresi militer Israel dan meminta agar organisasi internasional itu menggelar sidang khusus darurat. "Kami datang untuk menyampaikan sikap kami yang telah ditandatangani bersama dan dibacakan oleh Aa Gym (KH Abdullah Gymnastiar -- red) ...Secara khusus kami sampaikan kepada PBB agar organisasi internasional tersebut dapat menyelenggarakan sidang khusus darurat untuk membahas masalah ini," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syansuddin seusai pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu.   

Menurut dia, sebagaimana yang telah disampaikan sejumlah tokoh lain di seluruh dunia maka perwakilan tokoh masyarakat dan lintas agama di Indonesia juga mengutuk sekeras-kerasnya tindakan brutal Israel yang melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dan penghancuran infrastruktur vital di Lebanon dan Palestina."Kami juga mengutuk sekeras-kerasnya pembunuhan terhadap anggota misi perdamaian PBB di Lebanon," katanya.Din menyatakan, mereka juga menyampaikan agar PBB tidak bersikap ragu-ragu dalam menangani kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang dilakukan Israel.   

Menurut dia, berlanjutnya ketidakberdayaan Dewan Keamanan PBB bertindak dalam situasi di mana penduduk sipil Palestina dan Lebanon dibantai secara keji oleh Israel telah mengurangi kredibilitas DK PBB selaku satu-satunya organ PBB yang diberi kewenangan melakukan tindakan pemaksaan guna menegakkan hukum internasional dan menjalankan fungsi utama pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

"Masalah mengenai sidang khusus darurat itu legal ada dalam peraturan PBB sehingga kami usulkan," katanya.   Saat ditanya lebih lanjut mengenai ketidakberdayaan PBB, Din mengatakan bahwa pihaknya masih menyisakan kepercayaan kepada PBB oleh karena itu terus mendorong agar PBB dapat menyelesaikan permasalahan itu.   Pada kesempatan itu bersama Din tampak antara lain dai kondang Aa Gym, tokoh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe, Ketua Kosgoro Haryono Isman, Perwakilan umat Katolik Pendeta Theophilus Bella. Pernyataan sikap tersebut diterima oleh perwakilan PBB di Jakarta, Georg Petersson, yang menyatakan akan menyampaikan hal itu secepatnya kepada Sekjen PBB Kofi Annan.(Ant/Ims)