Tokoh Agama Maluku Pastikan Warga Saleman - Horale Kembali Rukun

Ambon,19/7(Pinmas)- Para tokoh agama Maluku yang difasilitasi Kakanwil Agama setempat, Muhammad Pelupessy memastikan warga Desa Saleman- Horale, Kecamatan Seram Utara(Maluku Tengah) kembali hidup berdampingan dengan rukun , menyusul pertikaian 10 Juli lalu sehingga mengakibatkan satu meninggal dan tiga lainnya luka berat/ringan. Ketua MUI Maluku, Idrus Toekan, Sekretaris BPH Sinode GPM, Usukup Diosis Amboina, Mgr.P.C. Mandagi, di Ambon, Rabu, mengemukakan, bersama Pelupussy meninjau, sekaligus mengamati langsung jalinan interaksi warga kedua desa tetangga yang awal pertikaian dipicu penebangan ratusan tanaman produktif untuk kepentingan penanaman jati emas proyek Dinas Kehutanan Maluku Tengah. 

"Kami melihat langsung kedua warga duduk berdampingan dalam angkot trayek Ambon, ibukota provinsi Maluku - Saka, terminal transit di Saleman. Begitupun, interaksi sosial di dua desa tersebut, 17 Juli lalu,"tutur mereka. Para tokoh agama Maluku ini memotivasi masyarakat kedua desa agar hidup sesuai ajaran masing-masing agama dengan mengamalkannya dalam tingkah laku setiap hari sehingga jalinan keharmonisan antarumat beragama terpelihara harmonis. Terpenting masyarakat Salemen yang mayoritas beragama Islam dan Horale(Kristen-red) sepemaham bahwa pertikaian  itu bukan mengarah ke SARA. Namun, kejadian itu kriminal murni dan menyerahkan penanganannya kepada aparat keamanan. Apalagi, 16 tersangka telah diamankan dan saat ini sementara menjalani penyidikan intensif di Polres Maluku Tengah, termasuk tim dari Polda Maluku diterjunkan ke lapangan guna mengungkapkan "aktor" yang memprovokasi pertikaian ini. 

Apalagi sudah ada perjanjian damai maupun pernyataan kesepakatan antara tokoh masyarakat dan adat dua desa tetangga disaksikan Bupati Maluku Tengah, Ir.Abdullah Tuasikal dan Kapolres setempat, AKBP Herman Agus Purnomo. Catatan ANTARA, pertikaian ini mengakibatkan Malwan Makatitta(30) meninggal serta Ikram Alohit(28), Alamin Makatitta(43) dan Ausar Ose(33) luka berat/ringan, di samping 10 rumah penduduk maupun masing- masing satu unit mobil kijang dan sepeda motor, dua unit speedboat, 10 ton cengkih, 25 drum solar serta uang tunai Rp25 juta terbakar. Saat ini masih ditempatkan 80 personil, baik dari Brimob Kompi B, Polres Maluku Tengah maupun Polsek Seram Utara di perbatasan kedua desa sambil memberikan  pemahaman strategisnya situasi aman bagi kelancaran pemerintahan, percepatan pembangunan dan optimalisasi pelayanan sosial bagi warga setempat,(Ant?Myd)