Tidak Benar Jemaah Makassar Meninggal Kelaparan

Makasar, 9/1 (Pinmas) - Drs.H. M. Abduh Halid, MH, Kepala Bidang Haji – Kanwil Departemen Agama Sulawesi Selatan, mengungkapan, hingga Sabtu (6/1) saat pemulangan kloter awal jamaah Haji UPG – asal Kota Makasar, hanya terdapat 20 jamaah yang meninggal di tanah suci. Sembari memperlihatkan data akurat yang diperoleh dari Siskohat Asrama Haji Sudiang, Makasar, Abduh Halid mempertegas bahwa tidak ada jamaah haji asal Makasar yang meninggal di Arafah karena kelaparan.

Menurut sumber yang dibawa oleh salah seorang jamaah kloter I UPG, ada 15 jamaah yang meninggal karena “tragedi” Armina – yang dikabarkan kelaparan.Sementara dalam data siskohat, jumlah 20 jamaah haji meningga asal Sulsel pun disebabka karena sakit yang dibawa sejak dari tanah air. Empat belas orang meninggal terjadi sebelum prosesi ibadah haji di Armina – Arafah dan Mina, sedang selebihnya meninggal sesudah prosesi Armina. Yakni tanggal 2 hinga 6 Januari 2007 karena sakit bawaan, bukan karena kelaparan.

Data yang ditunjukan M. Abduh, Kabid Haji Susel, ini sekaligus menampik berita simpang siur yang tak jelas disebarkan oleh sementara jamaah.Seperti yang dijumpai tim liputan dari situs Humasdepag.or.id saat di Bandara Hasanuddin Makasar, Sabtu (6/1), HM. Sahib jamaah yang mengaku ketua tim 7 kloter I UPG, ini ada 15 orang yang meninggal karena kelaparan. Tetapi ketika didesak, jamaah yang juga mengaku sebagai ketua DPC PBB Kota Makasar ini, kemudan mengaku hanya ada seorang saja dari kloter I UPG yang meninggal, itu pun sebelum masuk wukuf di Arafah.Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Kloter I UPG, Drs.H. Abdul Rahim, jamaah yang dimaksud adalah Ahmad bin DG Sunusi (36 th), yang meninggal di Makkah, karena sakit bawaan dari Tanah Air.Ahmad meninggal 21 Desember 2006, pukul 12.37 Waktu Arab Saudi (WAS), karena sakit Pulmonary Oedema yang diderita sebelumnya.

Almarhum dikebumikan di Syara – Makkah. Demikian, data yang ditunjukkan Kabid Haji Sulsel kepada tim liputan dari Humas Depag Pusat ketika memantau pemulangan kloter I UPG di Makasar.Dengan begitu, jelas, bahwa tidak ada jamaah haji yang meninggal karena kelaparan. Apalagi sampai 15 orang. Tidak dipungkiri, penyelenggaraan haji 1427 ada kekurangannya. Yakni, yang dikatakan “tragedi” Arafah 1427 – jamaah haji Indonesia tidak seluruhnya terkirim makan karena ketidak mampuan katering Anna FD.(MCH/Haji Agus Suryanto)