Terpercaya, Menag Harap Tokoh Agama Edukasi Umat tentang Prokes

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa tokoh agama adalah sumber informasi paling dipercaya masyarakat, termasuk berkenaan Covid-19 dan vaksinasi. Karenanya, peran tokoh agama sangat penting dalam sosialisasi dan edukasi.

“Saya mengajak tokoh agama terus mengedukasi umat beragama untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes), serta saling membantu, bergotong royong mencegah, dan menangani pandemi Covid-19,” ujar Menag dalam Webinar Kebangsaan Lintas Agama Menyambut Peringatan Kemerdekaan RI Ke 76 yang diadakan Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Rabu (18/8/2021).

Peran penting tokoh agama, kata Menag, ditunjukkan dalam sejumlah hasil survei. Survei Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tahun 2020 misalnya, menyebutkan bahwa tokoh agama dianggap oleh masyarakat sebagai sumber informasi paling dipercaya dalam hal informasi Covid-19 dan Vaksinasi, yaitu sebesar 37,16%. Tokoh agama menempati urutan ketiga setelah tenaga kesehatan (84,18%) dan pemerintah (58,51%).

Hasil serupa juga diungkapkan SMRC dalam survei tahun 2020. SMRC  menyebutkan bahwa tokoh agama sebagai pihak yang paling dipercaya untuk menjelaskan pencegahan Covid-19 setelah dokter dan presiden. 

Demikian juga dengan survei nasional Literasi Digital Indonesia (Kemenkominfo, 2020). Hasilnya menunjukkan bahwa tokoh agama menjadi sumber informasi yang paling dipercaya (61,7%).

“Hasil survey ini menandakan pentingnya peran tokoh agama dalam pencegahan dan penanganan Pandemi ini,” imbuhnya.

Ke depan, Menag berharap tokoh agama terus memberikan pencerahan kepada umatnya.

Ketua PP Bamusi Hamka Haq mengatakan bahwa kehadiran para tokoh agama sangat diperlukan dalam mengcounter isu-isu tidak benar (hoaks) yang berkembang di tengah masyarakat. 

“Tokoh Agama berpengaruh besar terhadap opini yang muncul di masyarakat, dianggap meneduhkan dan dapat membuat suasana menjadi damai dan ini perlu kita pertahankan,” ujar Hamka.

"Isu-isu yang menyesatkan acapkali membuat hubungan masyarakat dengan pemerintah seolah-olah menjadi renggang," ucapnya lagi. 

Webinar Kebangsaan Lintas Agama ini diikuti lebih dari 1.000 peserta. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain: Ahmad Basarah mewakili Megawati Sukarno Putri, Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faisal Zaini, Ketua PP Muhamadiyah Syafiq A. Mughni, Sekretaris Umum Persekutuan gereja-gereja Indonesia Jacklevyn Frist Manuputty, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan  Konferensi Wali Gereja Indonesia (HAK KWI) Romo Agustinus Heri Wibowo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Budha Indonesia (DPP WALUBI) Hartati Murdaya, Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa Parisada Hindu Dharma Indoensia (PHDI) I NYoman Udaayana Sanging, dan Ketua Umum PP Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Xs. Budi S. Tanuwibowo.