Terima Menteri Perdagangan Kanada, Wamenag Promosikan Produk Halal Indonesia

Jakarta (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menerima kunjungan Menteri Perdagangan, Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional Negara Kanada Mary Ng beserta delegasi di Kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta.

Kedua pihak membahas peningkatan hubungan kerja sama Indonesia dan Kanada dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang jaminan produk halal. 

Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang dari satu jam, Wamenag mengatakan bahwa Kementerian Agama sebagai perwakilan dari negara sangat terbuka untuk bekerja sama terkait dengan pengembangan produk halal. 

"Jaminan produk halal adalah perintah konstitusi kami. Masyarakat Muslim yang ada di Indonesia harus mendapatkan jaminan apa yang dikonsumsi adalah halal. Dan itu bagian dari perlindungan negara terhadap masyarakat," kata Wamenag, Selasa (11/10/2022). 

Hadir mendampingi Wamenag, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Aqil Irham, Plt. Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Sidik Sisdiyanto, serta Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin. 

Wamenag juga menjelaskan bahwa sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, Indonesia tidak hanya berlaku sebagai pasar halal yang sangat potensial, tetapi juga menjadi produsen halal yang besar. 

"Oleh karena itu, kami berharap produk halal Indonesia dapat diterima di Kanada," ungkapnya. 

Terkait dengan proses sertifikasi halal yang tengah dilakukan oleh BPJPH, Wamenag mengaku akan terus mendorong segera dilakukan dalam waktu singkat. "Sehingga berbagai kerja sama, terutama dalam bidang halal, dapat berjalan dengan baik," ucap Wamenag. 

Sebelumnya, Menteri Mary Ng mengaku senang sekali mendengar kemungkinan peningkatan hubungan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Kanada. "Kami sangat terbuka terhadap para ahli dalam bidang produk halal untuk menjalin kerja sama dengan kita. Kami juga berharap agar produk halal dari Kanada bisa masuk ke Indonesia," kata Mary. 

Pertemuan antara kedua pejabat negara ini diakhiri dengan saling bertukar cinderamata.