Sulawesi Selatan Bersiap Gelar Pekan Merdeka Toleransi 2022

Makassar (Kemenag) --- Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersiap menjadi tuan rumah Pekan Merdeka Toleransi 2022. 

Helat akbar mengobarkan semangat bertoleransi di Pulau Sulawesi ini diinisiasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulsel dan FKUB menyambut HUT RI ke-78 sekaligus mendukung Pencanangan Tahun Toleransi Tahun 2022 oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni mengatakan untuk mewujudkan pencanangan Pekan Merdeka Toleransi 2022 pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama FKUB, Pemprov Sulawesi Selatan, tokoh adat dan mitra pendukung lainnya.

"Alhamdulillah semua pihak mendukung dan memberikan respon positif terkait akan digelarnya Pekan Merdeka Toleransi 2022. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat Sulawesi Selatan melainkan juga melibatkan provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo," kata Khaeroni di Makassar, Kamis (7/7/2022).

"Kami berharap kegiatan Pekan Merdeka Toleransi ini dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan sejumlah pejabat di Kementerian Agama pusat," sambungnya.

Menurut Khaeroni kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan di Kota Makassar. Gelaran ini bertujuan untuk meneguhkan kembali komitmen dan implementasi program Moderasi Beragama secara massif di tengah umat beragama khususnya di Pulau Sulawesi.

Ditambahkan Khaeroni, opening seremonial Pekan Merdeka Tolenransi 2022 di Kota Makassar akan dimeriahkan oleh penampilan Pentas Sendratari Toleransi pada 13 Agustus 2022. Selanjutnya akan digelar dengan Dialog Toleransi dan Kemah Moderasi pada 14 - 16 Agustus 2022 dengan peserta para siswa dari sekolah umum lintas keagamaan, Madrasah dan Ormas Kepemudaan Lintas Agama.

"Ada juga pawai dan karnaval toleransi yang diikuti oleh iring-iringan umat lintas agama dan kendaraan hias bertema toleransi dan keberagaman di Sulawesi. Seremoni Pekan Toleransi Sulsel Tahun 2022 ditutup dengan Deklarasi Bersama Merawat Keragaman dan Kearifan Lokal dengan deklarator berasal dari tokoh lintas agama dan adat di Sulawesi," tandas Khaeroni.

"Kami berharap kegiatan Pekan Merdeka Toleransi ini dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan sejumlah pejabat di Kementerian Agama pusat," ujarnya.

Selain melibatkan FKUB provinsi dan kabupaten/kota se Pulau Sulawesi, helat Pekan Merdeka Toleransi juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, mulai dari Pemprov, Pemkab, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, Polda Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, Majelis Agama, Ormas Keagamaan dan Kepemudaan serta Paguyuban budaya/adat dan mitra lainnya.

"Dalam Pekan Merdeka Toleransi akan ada penandatanganan MoU Coorporate Tolerance Responsibility antara Perbankan dengan OJK serta pelucuran media toleransi," imbuh Khaeroni.