Siswa MTs N 1 Kota Tasikmalaya Raih Medali Perak Olimpiade Bahasa Inggris

Tasikmalaya (Kemenag) ---  Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Tasikmalaya (MTsN 1 Tasikmalaya), Nazma Tsakiba, berhasil memboyong medali perak dalam News English Olimpiade 2 (NENGO 2). Olimpiade  yang digelar secara daring oleh Indonesia Student News ini diikuti ratusan siswa se-Indonesia. 

“Alhamdulillah saya berhasil meraih medali perak dalam News English Olimpiade 2 (NENGO 2) setelah bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatannya semua dilakukan daring,” tutur Nazma saat dihubungi via telepon, Senin (19/7/2021). 

Ia menceritakan, ini bukan kali pertamanya mengikuti kompetisi secara daring. Dalam dua tahun terakhir,  ia telah mengikuti puluhan kompetisi dan kegiatan. “Tahun 2021 ini saja, sampai sekarang ada sekitar 15 kegiatan yang saya ikuti,” tuturnya. 

Masa pembelajaran daring yang telah berlangsung selama hampir dua tahun ini menurut Nazma menjadi peluang bagi dirinya untuk mengikuti berbagai kegiatan asah prestasi yang digelar secara daring. 

Variasi kegiatan maupun lomba yang pernah ia ikuti pun bervariasi. Selain NENGO 2, ia pun mengikuti Olimpiade Sains Indonesia (OSI) Bidang Bahasa Inggris tingkat SMP/MTS se-Indonesia, Olimpiade Matematika dalam rangka HARDIKNAS tingkat SMP/MTs se-Indonesia,  Kanigara Grammar Olympiad SMP/MTs Sederajat dari Kanigara Education, dan Lomba Wawasan kebangsaan dari KMPMIPA dalam rangka HARDIKNAS. 

“Dalam lomba wawasan kebangsaan, Alhamdulillah saya mendapatkan Piagam Penghargaan dengan predikat “Sangat Baik” dan masuk 10 besar dari 311 peserta se-Indonesia,” ujar Nazma. 

Remaja yang memiliki ketertarikan di bidang literasi ini juga mengikuti sejumlah kegiatan terkait bidang tulis menulis. “Semuanya dilakukan secara online, dan alhamdulillah beberapa tulisan saya juga sudah diterbitkan,”ungkapnya. 

Sebut saja misalnya Kelas Menulis “Positive Writing Class”,  Lomba menulis cerita mini tema bebas dari penerbit Puspamala Pustaka dan Ellunar Publish, Nulis Bareng Puisi/Cerpen dari Literasi Pustaka, serta Lomba Cerita Mini bertema “Air Mata” dari penerbit Puspamala Pustaka dan Ellunar Publish. 

“Di lomba cermin “Air Mata” allhamdulillah tulisan saya  masuk dalam 450 naskah terpilih dari 671 peserta. Karya saya dibukukan, judul bukunya “Rinai”, dan saya mendapatkan sertifikat penulis terpilih,” papar Nazma. 

Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan tersebut menurut Nazma merupakan salah satu hikmah penerapan pembelajaran daring yang saat ini masih berlangsung. “Semuanya lebih mudah dilakukan, karena kan tidak harus datang ke tempatnya,” ujar gadis yang juga berpartisipasi dalam Video Challenge Mandarin Words yang digelar ChineseRd dan Lomba Public Speaking dari Public Health Department of Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara (USU) ini. 

Kepala MTs N 1 Kota Tasikmalaya Nening merasa bangga dengan prestasi yang berhasil diukir Nazma. “Alhamdulillah kami merasa bersyukur dan bahagia atas prestasi yang diraih salah seorang siswi terbaik kami,” ujar Nening ketika dihubungi melalui telepon seluler. Ia mengaku mendapat informasi langsung dari Wali Kelas yang mengirimkan kabar sekaligus foto serifikat kejuaraan.

Nening berharap prestasi yang diraih Nazma bisa menjadi motivasi khusunya bagi teman –temannya di MTsN 1 Kota Tasikmalaya umumnya bagi semua siswa madrasah di Indonesia. Bagaimana memanfaatkan sistem pembeljaran daring dan  telepon seluler dengan mengasah potensi dengan mengikuti berbagai lomba, apalagi sekarang banyak sekali lomba  yang bisa diikuti secara daring.

Di mata Nening, Nazma dalah siswi yang luar biasa. Ia kerap mendapat laporan dari guru mata pelajaran dan wali kelas mengenai begitu semangatnya Nazma mengikuti berbagai lomba, tak heran bila sertifikat kejuaraan dia sumbangkan baik atas nama pribadi maupun mewakili madrasah. “Selain serifikat yang ada di madrasah, di rumahnya pun ada banyak sertifikat kejuaraan dari berbagai lomba yang dia ikuti,” imbuh Nening. 

Apresiasi juga diungkapkan Kepala Kankemenag Kota Tasikmalaya Ali Abdul Latief atas berbagai prestasi yang diraih oleh siswa yang juga lulusan madrasah Ibtidaiyah ini. Ia berharap prestasi Nazma memberikan inspirasi bagi siswa madrasah lain. 

Menurutnya, pembelajaran secara daring bisa dimanfaatkan sebaik – baiknya dengan mencari ilmu dan wawasan bukan hanya dari sekolah namun dari berbagai sumber lain. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk mengikuti berbagai ajang lomba, karena lomba yang dilakukan secara online cenderung lebih memudahkan.

“Kita tidak perlu secara fisik datang ke tempat lomba, cukup bermodal telepon seluler dan internet,” pungkas Ali. (Yeni Rohayati)