Siswa Berbagai Agama Sampaikan Deklarasi Moderasi di MIN 1 Kota Malang

Kota Malang (Kemenag) --- Penguatan Moderasi Beragama yang digalakkan oleh Kementerian Agama beberapa tahun terakhir terus bergulir hingga daerah, termasuk pada tingkat pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah.

Hal itu antara lain nampak dengan adanya Deklarasi Moderasi Beragama yang dibacakan oleh para siswa dari berbagai agama. Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, mereka membacakan ikrar tentang pentingnya menjaga perdamaian, merawat kerukunan, dan menghargai perbedaan.

“Dalam rangka menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini, pada 22 September 2022, kami mengadakan Deklarasi Moderasi Beragama,” terang Kepala MIN 1 Kota Malang, Suyanto, di Kota Malang, Kamis (29/9/2022).

Deklarasi Moderasi Beragama dibacakan oleh enam siswa perwakilan dari agama Islam (MIN 1 Kota Malang), Kristen (SDK Kalam Kudus), Katolik (SDK Sang Timur), Hindu (SD Taman Harapan), Buddha (SD Budi Mulia), dan Konghucu (SD Budi Mulia). Ikut mengetahui dan menandatangani deklarasi ini, Kepala MIN 1 Kota Malang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, Kepala Kankemenag Kota Malang, dan Polresta Malang.

Menurut Suyanto, Indonesia berdiri kokoh dengan beragam etnis, budaya dan agama. Maka keberagaman harus diperkuat dengan nilai-nilai sosial yang saling menghargai dan menghormati perbedaan. 

“Ini tugas berat di tengah isu intoleransi di bangsa kita saat ini. Maka mengenalkan perbedaan dengan saling menghormati satu sama lain kita ajarkan pada anak-anak mulai sejak dini,” ujarnya.

Deklarasi Moderasi Beragama menjadi rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 MIN 1 Kota Malang. HUT ke-44 ini mengangkat tema Bersinergi Lejitkan Prestasi. Dalam rangkaian itu, MIN 1 Kota Malang juga telah melakukan penanaman 1.000 pohon di Kelurahan Wonokoyo bersama warga.

Berikut Deklarasi Moderasi Beragama yang dibacakan para siswa.

Deklarasi Moderasi Beragama
Kami Siswa-Siswi Lintas Agama Berikrar

1. Kami berkeyakinan bahwa  semua agama di Indonesia membawa misi perdamaian untuk seluruh umat manusia. Oleh karena itu segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap pemeluk agama bertentangan dengan misi luhur agama;

2. Kami bertekad untuk terus merawat kerukunan beragama demi tetap tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika;

3. Kami berjanji untuk menghargai perbedaan, mengedepankan persamaan dan menghilangkan kecurigaan, demi terciptanya kerukunan, kedamaian dan keamanan;

4. Kami bertekad hidup bersama secara rukun, damai, dan adil dalam keragaman agama, budaya, adat istiadat, suku bangsa, dan bahasa.