Siapa Mengasihi Allah, Dia Harus Mengasihi Saudaranya

Shalom! Saudara-saudara yang Tuhan kasihi. Mimbar Kristen minggu ini membahas Firman Tuhan yang terambil dari 1 Yohanes 4:19-21: “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” 

Indonesia adalah anugerah Tuhan bagi kita, negara yang majemuk atau multikultur. Indonesia memiliki sekitar 1.340 suku bangsa, terdapat kurang lebih 17.504 pulau yang termasuk dalam kedaulatan NKRI. Selain itu, ada sekitar 742 bahasa daerah yang digunakan masyarakat Indonesia. Kita mempunyai Pancasila sebagai dasar negara yang mengikat, mempersatukan, dan merekatkan semua. Kita memiliki kekayaan alam yang melimpah. Jumlah penduduk kita peringkat keempat di dunia. Kita memiliki semangat nasionalisme, semangat kebangsaan yang kuat, Bhineka Tunggal Ika, sekalipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. 

Semua ini adalah pemberian yang indah, anugerah yang sangat berharga dari Tuhan, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh bangsa ini, mesti di-manage dengan baik untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Dan, untuk mencapai tujuan negara yang mulia ini, diperlukan keadaan yang kondusif, aman, rukun dan damai. 

Masyarakat Kristen adalah bagian integral dari masyarakat Indonesia. Masyarakat Kristen mempunyai panggilan dan tanggungjawab iman, untuk bersama seluruh komponen bangsa membangun Indonesia. Nabi Yeremia, sebagaimana dalam Yeremia 29:7 berkata, “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”  

Peran dan partisipasi umat Kristen di Indonesia adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan yang mengaruniakan tanah air Indonesia yang kita cintai. Tuhan Yesus Kristus seperti tertulis dalam kitab Matius 22:15-22 mengajarkan supaya kita wajib memberikan kepada Allah apa yang wajib kita berikan kepada Allah dan memberikan kepada negara apa yang wajib kita berikan kepada negara. Kita wajib berkontribusi untuk membangun negara ini. 

Demikian juga Rasul Paulus kepada jemaat di Roma 13:1-7, ia mengajak kepada kita untuk patuh kepada pemerintah. Sebagai hamba Allah di bidang pemerintahan, sepanjang pemerintah itu berlaku adil dan mengusahakan kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saudara-saudara yang Tuhan berkati. Kita patut bersyukur karena dengan kasih-Nya, Tuhan mendukung kita sehingga kita tiba di bulan Desember tahun 2021. Di bulan Desember tahun ini, umat Kristen menyongsong dan merayakan Natal Yesus Kristus untuk kedua kali di tengah pandemi Covid-19. Walaupun masih di tengah pandemi, spirit dan inspirasi yang dibawa Yesus Kristus, Sang Natal, kiranya tidak berkurang. Spirit dan inspirasi itu ialah saling mengasihi, karena Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. 

Natal adalah wujud kasih yang besar bagi umat manusia. Wujud kasih Allah yang besar bagi segenap alam semesta. Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Allah adalah kasih dan orang yang beriman kepada Allah harus saling mengasihi. Barangsiapa, mengasihi Allah ia juga harus mengasihi saudaranya. Sangat indah kebenaran Firman Tuhan dalam kita suci Alkitab 1 Yohanes 4:19-21 sebagai berikut, 

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” 

Dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati, Lukas 10:25-37 menjelaskan, Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita menunjukkan belas kasih kepada sesama manusia. Bahkan dalam Matius 25:37-40 Yesus berkata: “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Saudara, marilah kita saling mengasihi sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Didasarkan pada cinta kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan dengan saling mengasihi sebagai sesama saudara, maka hidup dan kehidupan yang damai, rukun, aman, dan sejahtera akan terwujud dalam keluarga, bergereja, bermasyarakat, serta dalam berbangsa dan bernegara. Tuhan memberkati kita semua. Amin

Pdt. F. W. Kamasaan, S.Th. (Rohaniwan Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow atau GMIBM)


TERKAIT

REKOMENDASI