Seminar Indonesia Emas, Menag Bicara Komitmen Meningkatkan Ekosistem PTKIN dan PTKIS

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, sebagai Menteri Agama, yang menjadi ‘Ayah’ bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Indonesia, dirinya memiliki tanggung jawab personal dan institusional untuk terus meningkatkan kompetensi ekosistem kampus, mempersiapkan para dosen dan mahasiswa melanjutkan estafeta perjuangan bangsa di masa depan. 

Pernyataan ini disampaikan pria yang akrab disapa dengan Gus Menteri ini saat membuka seminar Indonesia Emas, dengan tema Membangun Optimisme Individu, Masyarakat dan Bangsa dalam Menyongsong Cita-cita Emas Indonesia Tahun 2045 yang digelar UIN Alauddin Makassar secara hybrid.

"Saya menginisiasi Seminar ini dan dengan topik yang jelas arah tujuannya, yakni berupaya membekali dan membangun optimisme individu, masyarakat dan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Kita harus berhenti mengutuk gelap, dan terus menerus mengobarkan api semangat," kata Menag, Senin (13/6/2022). 

Mengutip pernyataan heroik Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Menag mengatakan, pada suatu masa dengan lantang pernah Presien Soekarmo menyatakan, “Berilah aku semilyun orang tua, maka aku akan sanggup memindahkan Gunung Merapi dari tempatnya, dan berilah aku sepuluh pemuda yang bersemangat besar, niscaya aku akan sanggup menggemparkan dunia.

"Bahkan beliau pun menegaskan, kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk Tanah Air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja," ujar Menag.

Kutipan-kutipan pidato heroik beliau ini kata Menag menegaskan posisi strategis para pemuda sebagai pihak yang dipandang paling siap dan mampu untuk memperjuangkan dan mengisi masa depan suatu bangsa. 

Ditambahkan Gus Men, jika zaman itu pemuda didorong untuk mengangkat senjata melawan penjajah meraih kemerdekaan, maka di tahun 2022 ini, menjelang 100 tahun usia Republik Indonesia, para pemuda dan mahasiswa dituntut mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. “Langkah pertamanya, dengan mempersiapkan mental juara, yang penuh optimisme menatap masa depan,” tandas Gus Men.

Menurutnya, visi, misi dan tujuan PTKIN dan PTKIS adalah menghasilkan sarjana atau lulusan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global. 

Gus Men menandaskan, PTKIN dan PTKIS yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian Agama, perlu terus meningkatkan kemampuan akademik dan profesi para peserta didiknya agar lebih kompetitif dan dapat bersaing di masa depan. Kita tentu tahu, tantangan masa depan tidaklah mudah. 

"Di era disrupsi teknologi informasi, kita disuguhi limpahan informasi yang menyesaki ruang-ruang diskursus kita. Apalagi di era post truth ini, di mana fakta dan kebenaran dapat tertutupi dengan ragam kebohongan dan dapat memengaruhi opini dan emosi publik. Informasi hoax dapat bermunculan mengganggu fokus dan orientasi target masa depan," tegas Menag. 

Dalam kesempatan itu Menag juga secara khusus mengucapkan terima kasih dan harapan kepada sahabatnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim yang ikut serta memberikan suntikan semangat bagi teman-teman mahasiswa di kampus PTKIN dan PTKIS, khususnya di regional Indonesia Timur.

"Mas Menteri tentu sangat fasih bicara Indonesia masa depan, dengan berbagai perkembangan teknologinya, juga menerka global tren yang dengannya kita perlu melakukan antisipasi-antisipasi," ujar Menag. 

Kepada  mahasiswa PTKIN dan PTKIS, Gus Men minta mahasiswa harus sudah mulai siuman, bangun dari keterlenaan berbagai fasilitas media, mepertajam pisau analisis, dan pertegas orientasi atau cita-cita ke depan. 

“Gantungkan idealisme untuk masa depan bangsa. Jangan tanggung-tanggung! Jangan hanya memikirkan “saya bekerja apa setelah lulus, misalnya, tetapi kontribusi apa yang bisa menjadikan Indonesia makin bersinar di tahun 2045 nanti!, Bangun mimpi-mimpi dan mulailah bergerak ke arah yang dituju dengan terukur, dan disertai ilmu," pesan Menag.

Ikut hadir dalam seminar Indonesia Emas yang digelar secara daring, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, Rektor Alauddin Makassar, para Rektor PTKIN dan PTKIS se-Indonesia dan nara sumber lainnya.