Sekjen, Sistem Akuntablitias Kinerja Perlu Diimplementasikan Optimal pada Seluruh Unit Kerja Kemenag

Semarang (Kemenag)--- Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar menyebutkan bahwa kematangan dalam implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) sangat menentukan keberhasilan reformasi birokrasi.

Menurutnya, sasaran dan muara dari reformasi birokrasi adalah kepercayaan dan kepuasan pelayanan kepada publik.

“Untuk mencapai sasaran tersebut, setiap pimpinan unit kerja harus mampu memahami definisi dan mekanisme kinerjanya sehingga dapat menentukan strategi dan target pencapaian serta mitigasi risiko kinerjanya masing-masing,” tutur Nizar saat membuka Rapat Evaluasi Capaian Kinerja PTKN Triwulan III Tahun 2022 secara virtual, Rabu (12/10/2022).

Kegiatan yang dihadiri 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Nizar mengatakan, pemahaman terhadap kinerja ini akan mampu memberikan pelayanan secara prima terhadap stakeholders dan pengguna layanan termasuk pengguna layanan pada Kementerian Agama. 

“Oleh karena itu, Sistem Akuntablitias Kinerja perlu diimplementasikan secara optimal pada seluruh unit kerja Kementerian Agama, agar seluruh sumber daya yang kita miliki dapat digunakan secara efektif, efisien, dan ekonomis serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel”, terang Nizar.

Lebih lanjut, Nizar menyampaikan bahwa capaian kinerja seringkali diasosiasikan dengan tolok ukur keberhasilan suatu organisasi atau Instansi dan setiap organisasi atau instansi berlomba-lomba meningkatkan kinerjanya untuk dapat mencapai target yang optimal, termasuk  juga Kementerian Agama. 

“Evaluasi capaian kinerja juga menjadi solusi pemecahan masalah, mengigat dalam pencapaian target kinerja tentu tidak selalu berjalan sesuai dengan target yang diharapkan,” jelasnya.

“Pada forum evaluasi ini agar dibahas alternatif-alternatif yang bisa dilakukan dalam pencapaian target sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja, dengan meminimalisasi hambatan dan mencari solusi pemecahan masalah yang tepat dan akurat,” katanya.

Senada dengan Nizar, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana  Akhmad Lutfi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan program dan kegiatan, mengendalikan keserasian pelaksanaan program dan kegiatan sesuai target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Keselarasan antara indikator sasaran kegiatan pada masing-masing unit terhadap indikator kinerja sasaran program dan indikator kinerja sasaran strategis, dan melakukan tindakan perbaikan untuk mengatasi adanya penyimpangan yang terjadi terhadap capaian kinerja,” ujar Lutfi.