Segera Terbit Buku Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam


Jakarta (Kemenag) --- Ditjen Bimas Islam Kemenag akan segera menerbitkan buku Moderasi Beragama. Penyusunan buku ini sudah selesai dan kini memasuki tahap review. Rencananya, judul buku ini adalah Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam.

Buku ini berupa kumpulan tulisan sesuai dengan tema-tema terkait Moderasi Beragama yang telah dirumuskan. Tim Penulis terdiri atas Abdul Jamil Wahab, Faqihuddin Abdul Kodir, Suwendi, Biltiser, Hengki Ferdiansyah, Muhammad Syafaat, Nurun Nisa, Pipit Aidul Fitriyana, Abi S Nugroho, dan Ahmad Khoirul Anam (Alm). Sebagai Editor Dedi Slamet Riyadi dan Layouter: M. Fajrin Aulia. 

Review buku ini berlangsung dua hari, 7 – 8 September 2021 di Jakarta. Selaku Tim Riviewer adalah Menag (2014 – 2019) Lukman Hakim Saifuddin, Koordinator Gusdurian Alissa Q Wahid, Ketua PWNU DKI Jakarta Syamsul Ma'arif, dan Staf Khusus Menteri Agama Isfah Abidal Aziz. Buku ini disusun atas supervisi dari Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin beserta jajarannya. 

"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Ditjen Bimas Islam yang telah menginisiasi dan mewujudkan upaya kita bersama dalam rangka penguatan Moderasi Beragama lewat penerbitan buku Moderasi Beragama Prespektif Bimas Islam," kata Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, penerbitan buku ini tentu merupakan pekerjaan panjang dan tidak sederhana hingga tersusun materinya mencapai 300 halaman. Pria yang akrab disapa LHS ini menilai buku Moderasi Beragama Prespektif Islam ini sangat akademik, ada banyak istilah ilmiah. Namun, metode penulisannya belum seragam. Sebab, ada juga penulis yang memilih gaya bertutur dan mengalir tanpa tulisan kaki. 

"Saran saya, buku yang akan menjadi bandul penguatan moderasi beragama, utamanya di jajaran Bimas Islam ini, dapat dipecah menjadi beberapa turunan judul. Sehingga sasaran yang akan dituju dari buku ini lebih jelas," ujarnya. 

"Ini penting. Saya memiliki pikiran karena buku ini diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam dan akan menjadi buku resmi Kementerian Agama. Atau buku ini sebagai pegangan yang akan dijadikan bahan rujukan bagi para ASN dan jajaran di lingkungan Ditjen Bimas Islam," sambungnya. 

LHS berharap, tim penulis dan editor dapat secara seksama memilih dan memilah tema dan narasi yang tidak berpotensi memunculkan sensitivitas di kalangan umat dan ormas Islam.