Ratusan Mahasiswa Rusak Kantor BEM STAIN Kediri

Kediri, 12/6 (Pinmas) - Ratusan mahasiswa merusak kantor sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Jawa Timur, Senin. Insiden itu terjadi saat para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi (GMPD), melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembubaran Komisi Pemilu Raya (KPR), karena dianggap telah ditunggangi kepentingan terselubung dalam menyelenggarakan pemilu raya mahasiswa akhir pekan lalu.Koordinator GMPD, Nanang Chosim, menyatakan pihak rektorat mencampuri pendirian KPR dan tidak disahkan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

"Pemilu raya sama sekali tidak merangsang mahasiswa untuk berlatih politik, bahkan kalau dibiarkan dapat menyebabkan elemen mahasiswa terpecah," ujarnya.Sayangnya, aksi tersebut tidak mendapat respon dari pihak rektorat dan tak satupun pengurus BEM menemui, sehingga mahasiswa menjadi beringas dengan melakukan perusakan.Selain merusak kaca dan dinding sekretariat, para mahasiswa juga membakar kursi dan papan nama BEM serta baliho pengumuman pelaksanaan pemilu raya.

Sementara sejumlah anggota pengurus BEM yang sebelumnya tampak berada di sekretariat lari tunggang-langgang untuk menghindari amukan massa.Aksi itu baru reda setelah Presiden BEM STAIN Kediri, Choirul Anam Tejo, bersedia menemui para aktivis GMPD dan menyatakan kesediaannya membubarkan KPR serta akan memanggil DPM."Kami juga akan meninjau ulang penyelenggaraan pemilu raya mahasiswa," ujarnya di depan ratusan aktivis GMPD.(Ant/Ba)