Presiden RI Buka ICIS II yang Turut Dihadiri Ketua OKI

Jakarta, 20/6 (Pinmas) -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa, membuka Konferensi Cendekiawan Islam Internasional (ICIS) II yang berlangsung dua hari di Hotel Borobudur Jakarta. Di antara tamu yang hadir, tampak Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi yang juga Ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI). Raja Abdullah II dari Yordania, yang dijadwalkan menjadi salah satu pembicara kunci dalam konferensi yang diikuti ratusan cendekiawan itu, tidak hadir.     

Raja Abdullah II seyogianya berbicara tentang upaya-upaya penyelesaian konflik secara damai antar bangsa di Timur Tengah. Pada hari pertama konferensi, PM Abdullah Ahmad Badawi dijadwalkan menyampaikan pandangannya tentang "penguatan hubungan Timur dan Barat guna mengurangi konflik antar umat Muslim".      

Selain pemimpin Malaysia itu, Sekjen Uni Eropa, Dr.Javier Solana dan Pemimpin Umat Katholik, Paus Benedict XVI, juga menyampaikan pidato tentang "pandangan Barat tentang Islam dan membangun kerjasama antara Barat dan Timur", serta "memperkuat dialog lintas agama untuk mencapai perdamaian dunia".       

Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi, dalam satu konferensi pers baru-baru ini menyebutkan, ICIS II yang berlangsung dari 20 hingga 21 Juni itu lebih diarahkan pada rencana aksi untuk mengurangi konflik baik antar aliran di kalangan Islam maupun ketegangan antara Timur dan Barat.     "Jika pada ICIS pertama sasaran kita adalah mempersamakan persepsi untuk mengedepankan Islam moderat, pada ICIS ke II kita akan mengarah pada aksi, terutama meredakan konflik antar kelompok Islam maupun ketegangan antara Timur dan Barat," katanya.      Lebih dari 50 negara telah menyatakan mengirim utusannya untuk menghadiri konferensi para cendikiawan Islam yang dimotori PB NU tersebut.      Menurut Ketua Panitia ICIS II, Rozy Munir, ICIS II mengundang 300 peserta, 130 di antaranya dari 57 negara.    

Pada bagian lain penjelasannya, Hasyim Muzadi juga menyinggung adanya pergeseran pandangan kalangan agamawan yang mulai menyadari pemanfaatan simbol-simbol agama untuk kepentingan di luar agama itu sendiri.      Ia mencontohkan permintaan maaf yang dikemukakan gereja-gereja Amerika karena mereka merasa tidak mampu menghentikan tindakan pemerintahnya serta permintaan maaf gereja-gereja Denmark atas kasus penghinaaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh media Denmark Jyllands-Posten meskipun itu sama sekali tidak melibatkan gereja ataupun umat Kristen.     

Menurut Hasyim pemahaman baru agamawan sangat menggembirakan karena kini semakin jelas bahwa agama selama ini hanya menjadi `kedok` dalam konflik yang sebenarnya lebih bersifat politik, keamanan dan ekonomi.    Rangkaian penyelenggaraan ICIS sendiri sudah akan dimulai pada tanggal 19 Juni, yaitu dengan diadakannya jamuan santap malam oleh Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta.    Sejumlah negara di luar negara-negara Timur Tengah yang sudah menyatakan akan mengirimkan utusannya pada ICIS II, antara lain Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, Jepang, Perancis, Spanyol, Belanda, Turki, dan Swedia. Beberapa negara, termasuk Mauritius dan Uganda, juga menyatakan tertarik untuk hadir dalam ICIS II kendati sebelumnya tidak diundang.Ant/Myd)