Perubahan Jadwal Pengaruhi Peserta MTQN

Kendari, 1/8 (Pinmas) - Para kafilah  menyesalkan cara kerja panitia Musyabaqah Tilawatil Qur`an tingkat Nasional (MTQN) XXI di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam penentuan jadwal perlombaan yang  selalu berubah secara mendadak tanpa koordinasi lebih jauh kepada peserta sehingga secara psikologis  sangat mempengaruhi  peserta lomba. "Terjadinya perubahan jadwal perlombaan mendadak, secara psikologis sangat mempengaruhi peserta lomba, sehingga ke depan diharapkan tidak terulang kembali karena akan merugikan setiap peserta," kata ketua pelatih/Qori dan Qoriah asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr KH Mustamin Arsyad M Ag, saat ditemui di sela-sela acara perlombaan tilawah dewasa di arena utama MTQN, Kota Kendari, Selasa.

Menurut Mustamin, terjadinya perubahan jadwal perlombaan secara mendadak itu gambaran bahwa panitia kurang koordinasi dan tidak bekerja secara optimal. Ia mengatakan, bila perubahan jadwal itu hanya terjadi sekali dalam sehari mungkin masih bisa ditoleransi, namun perubahan itu terjadi hingga tiga kali dalam sehari sehingga tentu sangat merugikan bagi semua peserta. "Seharusnya bila ada perubahan jadwal perlombaan, panitia  cepat koordinasikan kepada setiap kontingen daerah peserta, bukan tiba masa tiba akal, sehingga daerah akan mempersiapkan segala sesuatu sebelum acara perlombaan dimulai," katanya. Ia mengatakan, MTQN XXI, khususnya dari delapan cabang yang diperlombakan itu, Sulsel mengikuti semua kegiatan yang telah ditetapkan pihak panitia.

"Dari delapan cabang yang diperlombakan, Sulsel mengandalkan untuk meraih juara pertama pada Hifdzil Qur`an 20 juz dan 30 jus, Tilawah dan Tartil Al Qur`an," kata Mustamin yang sehari-hari sebagai dosen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar. Mengenai saingan berat di ajang MTQN kali ini, ia mengatakan, untuk cabang hifdzil maupun tilawah dari Provinsi Jambi, sementara daerah lain masih dianggap jauh lebih baik anak didiknya ketimbang dari daerah lain, termasuk tuan rumah Sultra. Perlombaan tilawah dewasa yang memasuki hari kedua (31/7) malam diikuti sebanyak 12 provinsi putra putri, diantaranya Provinsi Banten, Jambi, Sulsel, Papua, Sulut, Kalteng, Jatim, Bangka Belitung dan Sultra sendiri.

Dari sekian propinsi yang menurunkan tilawah andalannya pada babak penyisihan itu, kafilah Sulsel atas nama qoriah, Marwah memperoleh nilai tertinggi 89,67 poin yang dilihat langsung melalui layar monitor "information tecnologi" (IT) yang terpampang di arena utama MTQN itu. Sementara qoriah yang menempati urutan kedua nilai tertinggi pada ajang tilawah dewasa bergengsi berasal dari provinsi Banten atas nama, Oom Qomariah dengan nilai 88,67 poin, qoriah Jambi atas nama Siti Hodijah dengan nilai 88,33 poin.      Khusus, pada kategori qori (putra) dewasa cabang tilawah yang diperlombakan pada malam pertama sementara dipegang dari provinsi Riau (identitas nama peserta belum diketahui-red), dengan nilai diperoleh 92,00.

Suasana arena utama MTQN tempat diadakan lomba tilawah tingkat dewasa tampak dipadati ribuan penonton yang tidak hanya datang mendengar dan menyaksikan langsung kegiatan nasional itu tetapi juga sebagian lainnya memanfaatkan  untuk mengunjungi stand pameran dan bazar rakyat dari 33 provinsi dari seluruh tanah air. (Ant/atn)


REKOMENDASI