Percepat Capaian Sertifikasi Halal Gratis, Kemenag Perkuat Kolaborasi Stakeholder

Bangka Belitung (Kemenag) --- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat capaian 10 juta produk bersertifikat halal di tahun 2022 ini. Salah satunya dengan memperkuat kolaborasi para pemangku kepentingan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), yang terdiri dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, Pemerintah Daerah, serta mitra strategis lainnya. 

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Regustrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH  Mastuki, di Bangka Belitung. "BPJPH sebagai leading-sector produk halal dalam pelaksanaan tugasnya selalu berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga juga instansi dan termasuk Pemerintah Daerah. Termasuk dalam program SEHATI atau sertifikasi halal gratis yang terus kita gulirkan bagi pelaku UMK,” kata Mastuki di Bangka Belitung, Senin (13/6/2022).

"Karenanya, dalam empat bulan terakhir ini kami melakukan safari ke berbagai provinsi untuk mendapatkan support dan juga membangun sinergi di antara stakeholder dan lembaga-lembaga yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan Jaminan Produk Halal ini,” imbuhnya.

Kolaborasi ini menurut Mastuki amat penting untuk mendukung upaya perbaikan ekonomi melalui penguatan usaha mikro dan kecil. “Dengan SEHATI, kita juga berharap UMK-UMK yang ada di Indonesia bisa naik kelas. Mereka akan siap bersaing di tingkat global,”ujar Mastuki. 

Mastuki hadir di Bangka Belitung untuk menghadiri kick off Program PLUT Educational Center (PLUTEC) Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi Koperasi, UMKM dan Wirausaha. Ia menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah wujud nyata kolaborasi yang dilakukan. 

Kegiatan ini, lanjut Mastuki, merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung, Kemenko Perekonomian, Kemenkop UKM dan BPJPH Kemenag. Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai platform pemasaran digital seperti Blibli, Gojek, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. 

“Selain bimtek sertifikasi halal, pelatihan UMK ini difokuskan pada digitalisasi pemasaran dan manajemen produk halal. Melalui kolaborasi ini, semua stakeholder secara bersama-sama berkomitmen untuk membantu UMK untuk bersertifikasi halal," kata Mastuki menambahkan.

Dalam kegiatan tersebut, Mastuki juga menyampaikan bahwa BPJPH akan memfasilitasi 180 pelaku UMK untuk memperoleh sertifikat halal gratis. Mereka merupakan UMK binaan PLUT yang telah terkurasi untuk mendapatkan sertifikat halal gratis. UMK tersebut tersebar di 6 wilayah, yaitu Bangka Belitung, Makasar, Bali, Cianjur, Batu dan Batam.

Mastuki menjelaskan, fasilitasi dari berbagai pihak yang berupa penyediaan bantuan pembiayaan gratis terhadap UMK untuk melaksanakan sertifikasi halal itu sangat terbuka sepanjang dilaksanakan sesuai regulasi. Seperti di antaranya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

"Tahun 2022 ini, BPJPH kembali memberikan kuota program SEHATI untuk tahap awal sebanyak 25 ribu pelaku UMK untuk secara gratis melaksanakan kewajiban sertifikasi halal. Sudah ada sekitar tujuh ribuan yang masuk, sehingga masih terbuka bagi Bapak Ibu sekalian untuk mengikuti program SEHATI." imbuh Mastuki.

Mastuki juga memastikan bahwa kesempatan mengikuti program SEHATI masih terbuka lebar. Sebab fasilitasi sertifikasi halal ini bukan satu-satunya di BPJPH, melainkan dapat dilakukan oleh kementerian, lembaga, instansi lainnya, dan para mitra JPH yang lainnya termasuk swasta.