Pengembangan Ekonomi Syariah Di Lampung

Bandar Lampung, 22/6 (Pinmas) - Pengembangan ekonomi Syariah--ekonomi berdasarkan ketentuan agama Islam, seperti tidak mengenal bunga bank/rente--di Lampung, mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan yang berharap sistem ekonomi itu bisa eksis dan memberi arti bagi perekonomian daerahnya. Sudarma Wijaya, akademisi dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fak. Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) di Bandar Lampung, Kamis, menyatakan ekonomi Syariah itu memiliki potensi berkembang tidak kalah dengan sistem ekonomi modern maupun konvensional selama ini.

"Kami sendiri terus mengembangkan sistem itu melalui pembinaan usaha produktif baitulmal wat tamwil--BMT--yang menjadi program ICMI Lampung," kata dosen yang juga pembina Pinbuk/BMT ICMI Orwil Lampung itu pula. Sejumlah pelaku ekonomi di Lampung juga menyatakan tertarik berusaha dengan menerapkan sistem ekonomi syariah tersebut, diantaranya melalui perbankan syariah yang kini bertumbuhan di beberapa kabupaten dan kota se-Lampung.

"Modal utama berbisnis dengan sistem syariah ini adalah kepercayaan, kejujuran, dan kebersamaan sehingga kalau untung bisa saling berbagi secara benar dan kalau merugi tidak hanya ditanggung sepihak saja," kata Maryanto, pengelola bank syariah di Lampung pula. Berkaitan pengembangan ekonomi syariah di Lampung itu, beberapa waktu lalu telah dibentuk Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dijadualkan pada Jumat (23/6) akan dilantik.

Bersamaan pelantikan Pengurus MES Lampung, digelar pula Seminar Ekonomi Syariah dengan mengundang kehadiran pakar ekonomi syariah yang juga da`i, Dr HM Syafi`i Antonio dan Harisman, Kepala Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia. Pimpinan MES Lampung adalah Asrian Hendicaya yang sehari-hari dosen di Fakultas Ekonomi Unila dan bergiat pula di lembaga penelitian Pusiban