Pemakaman Tanpa Rangkaian Bunga

JEDDAH, 29/12 (Pinmas) -  Selama musim haji, jamaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia berkisar satu perseribu orang. Setidaknya 200 orang meninggal di kota perhajian Jeddah, Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawarrah. Untuk itu pemerintah kota masing-masing daerah perhajian mempersiapkan pemakaman bagi jamaah haji, termasuk jamaah asal Indonesia yang meninggal dunia selama musim haji. Di Jeddah setidaknya ada tiga tempat pemakaman umum yang biasa digunakan untuk mengubur jamaah haji, termasuk jamaah yang datang dari Indonesia.

Pemakaman umum Babul Hawa di selatan kota yang berdekatan dengan pantai Jeddah di Laut Merah menjadi salah satu pemakaman. Selain di Ruwais yang berada di tengah-tengah kota Jeddah. Juga terdapat pemakaman umum di Faishaliyah, Makronah. Pemakaman umum di kota perhajian, jangan dibayangkan dengan tempat pemakaman umum di Jakarta misalnya. Di sana tidak akan ada sanak famili, kerabat dan keluarga mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. Juga tidak ada karangan bunga dan isak tangis orang-orang yang tercinta.

Semua berjalan seperti apa adanya, seluruhnya tidak ada perbedaan dengan hari-hari biasanya. Pengurusan jenazah yang layak di masyarakat muslim, setelah dimandikan, dishalatkan dan dimakamkan. Sunah-sunahnya ditunaikan dan langsung dimakamkan. Pemakaman umumnya di kota perhajian sudah mempersiapkan segala keperluannya, termasuk liang lahat yang terbuat dari beton-beton yang siap diisi jenazah. Kebijakan pemerintah setempat, setiap jamaah yang meninggal dunia di tempat perhajian dimakamkan di sana sehingga tidak dapat dibawa kembali ke tanah air.(MCH/Ims)