Pasraman Anak-anak Efektif Lestarikan Budaya Bali

Denpasar, 24/7 (Pinmas) - Pasraman anak-anak yang banyak tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bali dinilai mampu melestarikan budaya Bali dan ajaran-ajaran agama Hindu, sehingga keberadaannya akan terus dipertahankan. "Keberadaan pasraman ternyata sangat efektif dan minat anak-anak SD untuk menuntut ilmu di pasraman cukup besar," kata Kakanwil Agama Propinsi Bali I Gusti Made Ngurah, di Denpasar, Senin.   

Pasraman adalah sebuah pendidikan non formal yang bertujuan memberikan pendidikan bersifat penerapan dari teori-teori atau konsep pendidikian yang didapat oleh anak-anak didik di sekolah formal, terutama bidang agama Hindu.   Di pasraman materi pendidikan agama Hindu diberikan lebih banyak pada praktek ajaran agama sehingga berbeda dari segi waktu dengan yang diajarkan di sekolah-sekolah.   Dalam proses pembelajaran di pasraman, interkasi antara guru dengan siswa lebih intensif. "Tujuannya adalah memberikan bekal kepada anak dididk untuk kembangkan potensi pribadi kepada siswa serta meningkatkan `sraddha bhakti` (ilmu dan taqwa) kepada Tuhan Yang Maha Esa," katanya.   

Selain itu juga, katanya, membina siswa memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses belajarnya, anak-anak antara lain dididik keterampilan membuat sejumlah alat-alat untuk sembahyang Hindu Bali    Alat-alat tersebut antara lain mejajahitan, yoga asanas, klabang, sengkui, sanggah cucuk, serta klakat sudamala. "Anak-anak kita didik untuk bisa membuat alat-alat sembahyang itu sehingga nanti ketika dewasa mempunyai keterampilan," katanya.   Pihaknya, katanya juga mengajarkan kepada anak-anak untuk fasih dalam menulis huruf Bali (nyastra), serta masatwa (bercerita dalam bahasa Bali).Anak-anak yang dididik di pasraman adalah anak-anak sekolah dasar (SD) kelas 5 hingga kelas 6, dengan lama pelajaran 24 kali pertemuan dalam enam bulan.   

Pemprov Bali dalam upaya melestarikan budaya dan ajaran agama Hindu memanfaatkan keberadaan pasraman anak-anak yang tersebar di hampir seluruh kabupaten.    Ditengah era modernisasi dan globalisasi seperti sekarang ini anak-anak Bali jangan sampai mengabaikan budaya dan ajaran-ajaran agama Hindu. "Budaya Bali dan ajaran Hindu hendaknya jangan sampai ditinggalkan oleh anak-anak. Sebab kalau sudah ditinggalkan bagaimana nasib budaya kita yang sangat luhur ini," kata Gubernur.    Oleh sebab itu, Pemprov Bali akan terus mendorong pendirian pasaraman di seluruh kabupaten dan kota di Bali dalam upaya menjaga kelestarian budaya dan ajaran Hindu.(Ant/Ims)