Mudahkan Akses Layanan, Sekjen Kemenag Minta Jajarannya Optimalkan Kerja Digital

Jakarta (Kemenag) --- Sekjen Kemenag Nizar Ali meminta jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas dan memudahkan akses layanan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan kerja kerja  berbasis digital.

Pesan ini disampaikan Nizar saat berbicara pada Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 6 tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara, di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya, ASN Kemenag harus berubah dengan meninggalkan kerja berbasis manual. Saat ini, dunia berkembang, tidak terkecuali pada layanan birokrasi, dan itu mengarah pada kerja berbasis digital. 

“Mudahkan akses layanan publik, optimalkan kerja digital. Buang kebiasaan dilayani menjadi melayani. Hilangkan tradisi yang tidak bagus menjadi tradisi yang baik. Ini akan memacu dan memicu kinerja ASN Kemenag,” pesan Nizar.

Dikatakan Nizar, peningkatakan kualitas Sumber Daya Manusia ASN harus terus ditumbuhkembangkan, karena sifatnya tidak statis. Memahamai regulasi, termasuk aturan tentang pengelolaan kinerja juga perlu. Sebab, regulasi kepemerintahan juga terus berkembang menyesuaikan kebutuhan zaman. 

“Sosialisasi ini penting. Kinerja setiap ASN memanya harus bisa bisa diukur dan diverifikasi. Sehingga kinerja semakin baik,” sambung Nizar.

Nizar menyampaikan bahwa Peraturan Menpan-RB Nomor 6 tahun 2022 ini terbilang masih baru. Untuk itu diperlukan sosialisasi secara massif, dengan tujuan agar kinerja ASN semakin membaik.

“Lakukan gerakan sosialisasi dengan massif, agar kinerja ASN bisa lebih mudah dinilai dan dilakukan dengan baik. Badan Kepegawaian Negara (BKN) merupakan instansi yang mempunyai otoritas dibidang ini. Kedepan ini bisa semakin baik dan menjadikan kinerja ASN juga semakin baik,” kata Nizar.

Selain ASN memiliki kinerja yang baik, lanjut Nizar, harapannya ASN juga akan mendapatkan kesejahteraan yang cukup. Sebab, jikalau kinerja ASN sudah bagus, tentu pemerintah bisa memberikan yang terbaik juga. Semisal, munculnya Tunjangan kinerja (Tukin) itu merupakan bagian dari upaya mensejahterakan ASN.

Dijelaskan Nizar, memang berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja ASN sudah dan terus sedang dilakukan. Ini tidak mudah, dan tantangannya cukup besar, terlebih di Kementerian Agama yang memiliki Satuan Kerja (Satker) yang cukup besar, sebab sebarannya hingga di Kecamatan.

“Peningkatan pengembangan kompetensi ASN, peningkatan sistem kinerja, pengembangan talenta dan karir, percepatan transformasi digital, semua program ini penting dan bahkan keniscayaan dan manfaatnya sangat besar,” tegas Nizar.

Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Nuruddin, menyampaikan bahwa sosialisasi MenPAN RB nomor 6 tahun 2022 ini dalam rangka menerapkan ASN Kemenag yang berkompeten pada bidangnya. Dengan sosialisasi ini, ASN Kemenag diharapkan dapat memahami dan menyamakan persepsi tentang regulasi Menpan RB ini. Bahkan lebih jauh, ini juga bisa ditindaklanjuti oleh Satker masing-masing dilingkungan Kemenag.

Kegiatan ini diikuti 903 peserta, terdiri atas Satker pusat pada Eselon I dan II, Satker daerah mulai dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kanwi Kemenag, Balai Diklat, dan Unit Pelaksanan Tugas (UPT) asrama Haji, baik secara luring dan daring. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan kiranya dapat meningkatkan kinerja ASN di lingkungan Kemenag,” kata Nuruddin.