Muassasah Asia Tenggara Beri Jaminan Pelayanan Katering Berjalan Baik

Mekkah, 28/11 (Pinmas) - Muassasah Asia Tenggara memberikan jaminan kepada Tim Pengawas Haji dari Komisi VIII DPR soal teknis penyajian katering bagi jamaah Indonesia. Mereka menjamin sistem prasmanan atau buffet itu dapat berjalan dengan baik. Bila sistem itu tak berjalan, maka Muassasah sudah menyiapkan alternatif nasi kotak pada saat itu juga. ``Kami mengaturnya dalam penjadwalan makan dengan koordinasi yang baik antara maktab dan majmu`ah, serta ketua kloter yang disesuaikan dengan jadwal ibadah jamaah, terutama dalam pelontaran jumrah. Jadwalnya fleksibel,`` kata Wakil Ketua Muassasah Asia Tenggara Mohammed Qaja dalam pertemuan dengan Tim Pengawas Haji di kantor Motawify Hujjaj SE Asia Est di Mekkah, Rabu (28/11).

Dia juga mengatakan, jadwal jamratun (pelontaran jumrah) pun akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kepadatan antrian dalam prasmanan. ``Semua diatur dan disusun jadwalnya secara bersama.`` Muhammad Qaja sendiri yakin dengan kerja sama yang baik, maka seluruh perencanaan ini akan berhasil. Terkait soal katering ini, pihaknya berusaha berhati-hati untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaah agar tidak mengganggu kegiatan ibadah mereka. ``Kami tetap bekerja sama atas apa pun yang menjadi masalah yang merusak perencanaan ini. Kita pastikan, manasik tidak terpengaruh.`` Muassasah menyusun strategi untuk prasmanan itu dengan sistem meja penyajian. Misalkan untuk satu maktab sejumlah 2.500 jamaah, maka disediakan 7 meja yang dapat melayani 350 orang. Untuk memenuhi semua jamaah itu, maka diperhitungkan sekitar dua jam.

Bila dalam dua jam itu masih banyak jamaah yang belum mendapatkan makanan, maka saat itu pula Muassasah menyediakan nasi boks. Untuk itu, pihak Muassasah melakukan studi dan survey oleh lembaga netral dari Institut Khadim AL Haramain. Institut ini akan melakukan pengkajian terhadap pelaksanaan ibadah haji. ``Survei ini akan melihat dari segi positif dan negatif dari pelaksanaan ibadah yang ada. Kami akan berikan hasil kajian itu kepada pihak Indonesia,`` tandasnya kepada Tim Pengawas yang diketuai oleh Said Abdullah dari Fraksi PDIP Komisi VIII DPR. Ketua Muassasah Asia Tenggara Zuher Sedayu menegaskan lagi keterangan wakilnya itu. Menurutnya, pertemuan dengan Tim Pengawas dari DPR ini merupakan kehormatan bagi pihaknya untuk mengumumkan kepada publik. ``Kami memahami beban yang dipikul (oleh Tim Pengawas) untuk meyakinkan betul bahwa pelayanan kepada jamaah akan memuaskan di tahun ini. Kita patikan ini akan berhasil. Insya Allah,`` ujarnya. Menanggapi penegasan itu, Said menyambut dengan lega.

Menurutnya, masalah katering adalah salah satu yang menjadi perhatian dari Tim Pengawas Haji. ``Kami ingin kepastian dan jaminan. Alhamdulillah, mereka memberikan jaminan itu, dan kami merasa puas.`` Dikatakannya, teknis penyajian buffet ini merupakan permintaan dari pemerintah Indonesia. Mereka siap betul dengan permintaan itu dan juga menyadari soal kendalanya. ``Karena itu, mereka menyiapkan rencana B. Saya lega atas kerja sama dengan Muassasah ini. Mereka juga akan mengatasi soal transportasi dari pondok ke Arafah pada puncak haji.

Mereka berupaya keras agar dapat menghilangkan kesan negatif terhadap mereka.`` Sementara itu, Kepala Staf Teknis Urusan Haji RI di Arab Saudi, Nursamad Kamba mengatakan, permintaan prasmanan dari pemerintah itu dilakukan agar kelaparan tidak terjadi. Diupayakan, sistem ini sukses dan ada beberapa antisipasi untuk menghindari kegagalan. ``Pokoknya, kita mengupayakan dengan harga yang pas, tapi pelayanan yang lebih baik.`` Dia menambahkan, kalau penyajian tetap dengan sistem boks, maka tidak jauh berbeda dengan katering tahun lalu.

Karena itu, dengan prasmanan, maka cara tersebut dinilai sesuai dengan yang dibayarkan jamaah. ``Tujuannya adalah untuk memenuhi transparansi dan akuntabilitas.`` Soal survei itu, sambung Nursamad, merupakan upaya dari pihak Muassasah untuk membenahi pelayanan yang diinginkan oleh pihak pemerintah secara professional dan proporsional. ``Apa pun mereka upayakan yang terbaik, karena, jamaah kita itu sebanyak 75 persen dari total jamaah Asia Tenggara. Kalau survei hasilnya baik, maka akan kita tingkatkan lagi pelayanannya di tahun depan.`` (Dewi/MCH Mekkah)