Menuju Indonesia Emas 2045, Wamenag Minta Guru Madrasah Keluar dari Zona Nyaman

Pekanbaru (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa untuk menuju Indonesia Emas 2045, madrasah perlu mempersiapkan siswa-siswinya menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing global. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan guru-guru yang berani melakukan inovasi dan perubahan.

Penegasan ini disampaikan Wamenag saat memberikan arahan pada agenda "Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Wakil Menteri Agama RI" di Pekanbaru, Riau. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Mahyudin serta segenap civitas guru MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru.

"Anak-anak sekarang itu sudah pada melek internet. Mereka bisa lebih cepat dapat informasi daripada kita. Mereka bisa tahu lebih dulu daripada kita. Lah, kalau kita enggak melakukan perubahan-perubahan, kita pasti tertinggal," tegas Wamenag, Sabtu (1/10/2022).

"Syaratnya adalah kita harus berani keluar dari zona nyaman. Karena orang kalau sudah merasa nyaman, biasanya dia akan malas melakukan perubahan-perubahan, malas berinovasi," pesannya.

Menurut wamenag, guru madrasah harus memiliki growth mindset, yaitu cara pandang yang selalu ingin tumbuh, berkembang dan mencari solusi. 

"Kita berharap ke depan guru-guru kita dapat menjadi problem solver dan beradaptasi dalam setiap masalah-masalah yang akan kita hadapi di dunia pendidikan," tutup Wamenag.

Menanggapi hal tersebut, salah satu guru MAN 2 Pekanbaru, Latif berpendapat bahwa pengembangan kompetensi guru ini sebaiknya diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan guru di madrasah.

"Mengembangkan pendidikan musti dengan mengembangkan sumber daya manusianya, dan ini terkait dengan kesejahteraan guru," ungkap Latif.