Menengok Ruang Moderasi Beragama MAN 1 Kota Malang

Kota Malang (Kemenag) --- Penguatan Moderasi Beragama yang digencarkan Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir beresonansi hingga lembaga pendidikan, salah satunya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Malang.

Di madrasah ini, ada ruang khusus yang digunakan untuk beragam aktivitas siswa dalam upaya penguatan moderasi beragama. Menempati salah satu sudut lantai tiga gedung depan MAN 1 Kota Malang, kelas khusus itu diberi nama Ruang Moderasi Beragama.

“Kita support visi Kemenag tentang penguatan moderasi beragama. Ada satu siswa MAN 1 Kota Malang yang juga menjadi duta Moderasi Beragama. Kami punya kewajiban memberi pemahaman kepada siswa untuk menghargai pemeluk agama lain, serta keragaman budaya dan bahasa,” terang Kepala MAN 1 Kota Malang Binti Maqsudah di Kota Malang, Jumat (30/9/2022). 

“Kami telah membantuk Tim Moderasi Beragama dan tugas mereka memberi pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya persatuan, kerukunan, toleransi, dan sikap saling menghargai perbedaan,” sambungnya.

Menurut Binti Maqsudah, Ruang Moderasi Beragama disiapkan secara khusus dengan format lesehan agar lebih nyaman. Di dalamnya dilengkap beragam literatur yang relevan dan sarana berkegiatan yang dibutuhkan. “Tim secara berkala menggelar diskusi, dipandu guru agama dan guru Bimbingan Konseling,” jelasnya.

Tim Moderasi Beragama MAN 1 Kota Malang, kata Binti Maqsudah, sudah mendesain program lintas sekolah. Program ini berorientasi mensinergikan para pengurus OSIS dari beragam madrasah dan sekolah di Kota Malang. “Namun program ini terkendala pandemi, sehingga belum diimplementasikan,”tuturnya.

“Melalui program itu, saya berharap ada interaksi antar siswa dari beragam agama sehingga mereka bisa belajar saling menghargai dan menghormati dalam keragaman yang ada,” lanjutnya.

Untuk di internal MAN 1 Kota Malang, kata Binti Maqsudah, internalisasi penguatan moderasi beragama antara lain terkait komitmen kebangsaa, anti kekerasan, toleran akan keragaman suku dan bahasa karena siswa berasal dari banyak daerah, serta saling menghormati budaya daerahnya masing-masing.

“Kami juga mengajari para siswa untuk selalu bersikap sopan dan saling menghargai,” tandasnya.