Menag Tetapikan Pelaksanaan MTQN 16-23 Juli 2006

Kendari, 10/6 (Pinmas) - Menteri Agama RI menyetujui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur`an Tingkat Nasional (MTQN) XXI di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaksanakan tanggal 16-23 Juli 2006. "Surat persetujuan dari Menag, kita masih tunggu tetapi saat kami bertemu di Jakarta (9/6), Menag sudah menetapkan waktunya dari jadwal semula 10-16 Juli 2006 diundur menjadi tanggal 16-23 Juli 2006," kata Gubernur Sultra, Ali Mazi, SH usai menghadiri pelepasan siswa yang mengikuti lomba kompetensi tingkat nasional di Jakarta, di Kendari, Sabtu.

Ia mengatakan, jadwal semula pelaksanaan MTQN itu harusnya tanggal 10-16 Juli 2006, namun berhubung karena ada kegiatan nasional yang bersamaan jadwalnya, maka pertimbangan pemerintah pusat pun harus diundur waktunya satu minggu."Pada dasarnya Pemprov Sultra siap kapan saja dilaksanakan namun karena pemerintah pusat punya dua agenda nasional selain MTQN juga kegiatan Pesparawi (Pembukaan paduan suara lagu-lagu Gerejawi) Se Indonesia yang rencananya dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Sumatera Utara yang waktunya bersamaan sehingga pelaksanan MTQN diundur," katanya.

Menurut Gubernur, masalahnya adalah apakah dengan dua agenda nasional itu akan bisa dihadiri oleh Presiden secara bersamaan sehingga untuk tidak terjadi `tabrakan` waktu, maka tentu pemerintah dalam hal ini Menteri Agama sebagai koordinator harus mencari alternatif terbaik untuk kedua agenda nasional itu.Sinyalemen pengunduran pelaksanaan MTQN yang dipusatkan di alun-alun Sultra di Kendari, berimplikasi pada munculnya waktu luang bagi Pemprov Sultra untuk membenahi segala persiapan menyangkut hal-hal teknis dan fisik yang pekerjaannya dinilai belum rampung secara keseluruhan."Jadi mohon masyarakat pahami bahwa pertimbangan waktu pengunduran pelaksanaan pembukan MTQN itu bukan permintaan Pemprov tetapi hanya karena adanya acara yang bersamaan dan tidak mungkin Bapak Presiden dan Wakil Presiden yang akan membuka dan menutup dua acara dalam satu hari itu," katanya.

Ditanya, apa karena kondisi pembangunan di lokasi MTQN oleh sebagian kelompok masyarakat yang akhir-akhir ini menilai belum rampung sehingga Pemprov turut mendukung waktu untuk diundur, Gubernur mengatakan, secara pembangunan fisik, lokasi MTQN sudah tidak menjadi masalah."Pembangunan fisik secara keseluruhan di lokasi MTQN itu semuanya akan rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan," kata Gubernur Ali Mazi, seraya mengharapkan kepada oknum-oknum yang tidak paham soal pembangunan MTQ lebih baik diam dari pada mempolemikan masalah pembangunan MTQN itu yang berimbas terhadap masyarakat.Lokasi alun-alun MTQN dengan sistem bangunan terbuka dan gaya arsitektur menawan itu, dibangun Pemprov Sultra di atas tanah seluas 14 ha dengan tamu yang akan datang pada hari "H" nanti diperkirakan mencapai 4000 orang kafilah dari 33 provinsi di seluruh tanah air.(Ant/Ba)