Menag Ajak Pemuda Katolik Perkuat Moderasi Beragama dan Melek Digital

Jakarta (Kemenag) --- Pemuda Katolik menggelar Kongres Nasional ke-18, bersamaan dengan Dies Natalis ke-76 Tahun. Menag Yaqut Cholil Qoumas mengajak kader Pemuda Katolik untuk terus menjaga, merawat, dan memperkuat fondasi kebangsaan agar selalu tetap kokoh.

"Saya terus mengajak Pemuda Katolik dan juga semua warga bangsa untuk terus mengejawantahkan konsep Moderasi Beragama," ujar Menag Yaqut saat memberikan sambutan secara virtual, Jumat (12/11/2021).

"Di pundak para pemudalah, masa depan bangsa ini dipertaruhkan. Pemuda masa depan harus memiliki pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat, tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri," sambungnya.

Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa. Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama.

Menag Yaqut menghargai kontribusi Pemuda Katolik. Menurutnya, selama kurang lebih 76 tahun sejak pertama berdiri (1945) dengan nama Angkatan Muda Katolik Republik Indonesia (AMKRI), kontribusi organisasi ini sangat bear dalam membangun bangsa. "Utamanya dalam ikut menjaga kesatuan dan kebhinnekaan yang ada," ujar Menag.

Di era milenial, Menag Yaqut meminta  Pemuda Katolik melakukan akselerasi dalam transformasi digital. Era digital berdampak banyak terhadap sendi kehidupan bermasyarakat, termasuk para pemuda.

"Generasi muda minimal harus menjadi smart digital user (pengguna digital yang cerdas) secara efektif, baik untuk segala kebutuhan sehari-hari, kebutuhan belajar dan berusaha, maupun untuk kebutuhan berorganisasi," pesan Menag.

"Selamat menjalankan Kongres Nasional ke-18 dan Dies Natalis ke-76 Tahun Pemuda Katolik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua," tutupnya.


REKOMENDASI