Mempercayai Allah dalam Setiap Proses

Saudara yang dikasihi Tuhan. Mimbar Kristen pekan ini merenungkan Firman Tuhan dengan tema: Mempercayai Allah Dalam Setiap Proses, dengan sumber nats Kejadian 45:5-8 yang berbunyi:

“Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku  mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Renungan Firman Tuhan hari ini tentang jalan hidup Yusuf yang selalu mempercayai Allah. Dalam Firman Tuhan,  Kejadian 35 – 45, ada satu sejarah yang disiapkan Allah, yang dicatat Alkitab mengenai kehidupan Yusuf yang selalu mempercayai Allah. Yusuf adalah anak dari Yakub dari isterinya yang bernama Rahel. Yusuf memiliki 12 bersaudara. Setelah berumur 17 tahun, dia mendapat mimpi, berkas gandum saudara-saudaranya mengelilingi dan menyembah berkas gandum Yusuf. Pada mimpi kedua, Yusuf melihat matahari, bulan dan kesebelas bintang sujud menyembah kepada Yusuf. Ketika Yusuf menerangkan mimpinya ini kepada Yakub dan kesebelas saudaranya, akhirnya kesebelas saudaranya merasa iri hati dan tidak senang dengan Yusuf. Mereka sangat membenci Yusuf. Bahkan berusaha mencari cara untuk membunuh Yusuf. Sehingga apa yang terjadi selanjutnya, Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya kepada saudagar orang Ismail. Saudagar Ismail itu lalu menjual Yusuf kepada orang Mesir, seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar. 

Selama bekerja di rumah Potifar, tampak Yusuf sangat diberkati dan disertai Tuhan.  Yusuf percaya kepada Tuhan. Karenanya, apa pun yang dikerjakan Yusuf sangat sukses sekali dan mendapat hasil yang memuaskan hati Potifar. Tetapi Yusuf juga mendapat godaan. Yusuf digoda oleh isteri Potifar. Tetapi Yusuf tidak terpengaruh oleh godaan itu, meski dia akhirnya difitnah dan dipenjara. Yusuf tetap percaya bahwa Tuhan menyertainya. 

Alkitab bercerita, di dalam penjara, ada Juru Roti dan Juru Minum yang sama-sama dipenjara bersama Yusuf.  Juru Roti dan Juru Minum itu lalu mendapat mimpi.  Allah lalu memakai Yusuf untuk memberi pengertian kepada mereka tentang mimpi tersebut.  Juru Roti digantung dan Juru Minum diangkat kembali oleh Firaun. Dalam perjalanan kehidupan selanjutnya, Yusuf mengartikan mimpi Firaun. Adapun mimpi Firaun saat itu adalah ada 7 ekor sapi yang gemuk yang keluar dari sungai Nil dan memakan rumput di sekitar sungai Nil, tetapi kemudian ada 7 ekor sapi yang kurus dan 7 ekor sapi yang kurus itu memakan 7 ekor sapi yang gemuk itu. 

Pada mimpi yang kedua, Firaun melihat dari 1 tangkai gandum ada 7 bulir gandum yang berisi tetapi disisi lain ada juga 7 bulir gandum yang tidak berisi, kosong, layu, dan kering. Sebanyak 7 bulir gandum yang kosong, layu dan kering ini memakan habis 7 bulir gandum yang berisi. Raja Firaun sangat gelisah, apa arti dari mimpi ini. Dia tidak memahami arti mimpi ini. Akhirnya, Juru Minum menyampaikan kepada Firaun bahwa di penjara ada seorang Ibrani yang dipakai oleh Allah untuk mengartikan mimpi dan arti mimpi yang disampaikan itu benar terjadi.

Akhirnya Yusuf dipanggil menghadap Firaun. Yusuf dipakai Allah untuk mengartikan mimpi itu. Allah memakai Yusuf untuk mengartikan mimpi itu di mana akan ada 7 tahun masa kekeringan dan kelaparan di tanah Mesir. Tetapi, sebelum masa itu tiba, akan ada 7 tahun masa kelimpahan di tanah Mesir. Dan Yusuf dipilih oleh Firaun menjadi pengatur bagi semuanya itu. Ia menjadi orang nomor 2 yang paling berkuasa di seluruh tanah Mesir. Selama di tanah Mesir itulah kita melihat kehidupan Yusuf, selama dia diberi kuasa memimpin tanah Mesir, dia terus disertai Tuhan. Sebab, Yusuf terus  mempercayai Tuhan, mempercayai Allah yang berkuasa yang mengatur kehidupannya. 

Dari kisah ini, kita melihat Yusuf senantiasa mempercayai Allah, baik ketika bermimpi, ketika akan dibunuh oleh saudara-saudaranya, dijual ke Mesir, di rumah Potifar, mengartikan mimpi Juru Roti, Juru Minum, dan Firaun, bahkan saat Yusuf menjadi penguasa di tanah Mesir dan memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Yusuf senantiasa mempercayai Allah di dalam segala sesuatu. Di dalam bacaan kita tadi di mana akhirnya Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya yang membeli makanan ke Mesir, Yusuf didahulukan ke Mesir untuk memelihara kehidupan saudara-saudaranya. Apa makna yang didapat hingga Yusuf dua kali memperkenalkan dirinya bahwa dia dipakai Allah untuk didahulukan ke Mesir supaya memelihara hidup mereka? Kemudian memelihara keturunan mereka di bumi ini? Supaya mereka tetap terpelihara.

Ada makna yang sangat penting di dalam point ini. Kalau kita melihat di dalam Ibrani 11:22, kita melihat di sana bahwa Yusuf sebagai orang yang beriman, mengapa demikian? Karena Yusuf meyakini bahwa sesungguhnya melalui bangsa Israel, Allah akan mendatangkan Sang Juruselamat. Jadi, masa kelaparan yang terjadi di tanah Kanaan, di tanah Mesir yang kita melihat bahwa sesungguhnya kalau mereka tidak terpelihara, kalau tidak ada gandum di Mesir, barangkali mereka bisa punah dan sebagainya. Tetapi Yusuf yakin ini cara Allah untuk memelihara orang yang akan dipakai oleh Allah untuk mendatangkan Sang Juruselamat, di mana kita melihat dari kedua belas anak Yakub termasuk Yusuf yang akan dipakai oleh Allah dalam sejarah adalah keturunan Yehuda, akan melahirkan Sang Juruselamat. 

Yusuf adalah orang yang mempercayai Allah, yang mengimani sesungguhnya pemeliharaan dari Allah.  Allah memakai kehidupan Yusuf sebagai penguasa untuk mempersiapkan keperluan supaya mereka yang adalah keturunan yang akan dipakai oleh Allah untuk mendatangkan Sang Juruselamat supaya tidak punah dan hilang begitu saja, tetapi sesungguhnya semuanya sudah ada dalam rencana Allah.

Kalau kita melihat kebenaran Firman Tuhan ini, apa nilai yang dapat kita pelajari dan petik? Pertama, kita melihat ketika Yusuf memperkenalkan kepada saudara-saudaranya, Yusuf tidak membalas dendam. Mengapa demikian? Karena Yusuf percaya, dia mengimani bahwa dia diutus ke Mesir mendahului untuk mempersiapkan keturunan dari Yakub untuk memelihara kehidupan mereka di masa kesukaran itu, ini iman Yusuf.

Kedua, kita melihat Yusuf ketika di rumah Potifar, siap menanggung fitnahan sampai dengan dipenjarakan. Dia tidak mau digoda oleh isteri Potifar. Sebab, Yusuf percaya kepada Allah. Dia mempertahankan kesucian dan kekudusan hidup di hadapan Allah. Kita juga melihat bahwa setelah dipakai oleh Allah, Yusuf membawa Israel pindah ke Mesir dan mereka tinggal di tanah Gosyen, akhirnya terpeliharalah kehidupan Israel atau Yakub dan keturunannya. 

Dari pelajaran ini, kita melihat apakah kita dalam kehidupan yang berproses ini meneladani apa yang dibuat oleh Yusuf? Yusuf senantiasa mempercayai Allah, atau sebaliknya ketika ada proses yang terjadi di dalam kehidupan kita, justru kita menjauhkan diri dari Allah, baik saat senang atau susah. Pelajaran dari Yusuf mengingatkan kita dalam situasi apapun, saat senang atau susah, selalu mempercayai Allah. 

Pernahkan kita digoda dengan kesuksesan, ketampanan atau kecantikan kita? Sehingga kita dengan mudah menyerahkan hidup kita untuk berbuat dosa? Yusuf telah memberi teladan bagi kita dalam hal ini. Kita bersyukur karena mendapat kesuksesan. Kita bersyukur karena mendapat kecukupan dalam hidup ini. Kita bersyukur karena kita adalah orang yang diciptakan oleh Allah, yang tampan, yang cantik. Tetapi sesungguhnya, Allah mau apapun yang Allah buat di dalam kehidupan kita hendaknya semua dipersembahkan kepada Tuhan. Memercayai Allah di dalam setiap proses. Tuhan sesungguhnya memelihara hidup kita sebagaimana Tuhan memelihara kehidupan Yusuf dan semua saudaranya dan ayahnya dan semua keturunannya. 

Saya percaya juga pada saat ini dan saat seterusnya, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita yakin bahwa kita senantiasa dipelihara oleh Allah dan akan dipimpin oleh Allah sampai kepada kita dijemputnya sebagai gereja Tuhan. Demikianlah renungan Firman Tuhan pada saat ini, kiranya renungan ini menjadi berkat bagi kita semua dan biarlah nama Tuhan dipuji dan dimuliakan. Amin

Pdt.  Imponius, M.Th. (Ketua Umum Sinode Gereja Firman Allah atau GFA)