Memenuhi Misi Allah di Dunia

Pembacaan Firman Tuhan Yohanes 3: 16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Misi Allah yang besar bagi dunia hal yang mustahil yang tidak mungkin tapi sanggup dikerjakan dan dilakukan oleh Allah bagi dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.

Kita sebagai orang percaya dituntut untuk hadir dan terlibat di dalam misi Allah. Karena itulah yang Allah kehendaki yaitu memanggil kita untuk terlibat dalam pekerjaan Allah karena Allah sudah memberikan Anak-Nya kepada kita agar kita mendapatkan keselamatan. Dia mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia tetapi menyelamatkan kita oleh Dia.

Sudahkah kita terlibat di sana? Lalu bagaimana kita terlibat dalam perkerjaan misi Allah di tengah-tengah dunia?

Hari-hari ini kekristenan di seluruh dunia sedang terkejut. Kekristenan di Eropa pada abad pertengahan itu mengalami perubahan radikal (perubahan yang luar biasa). Ada kebangunan rohani yang terjadi besar-besaran. Bermunculan banyak teolog-teolog yang memengaruhi dunia. Ada John Calvin, Martin Luther, John Wesley dan masih banyak lagi. Gereja dipenuhi dengan banyak jemaat yang haus dan rindu akan kebenaran dan kebangunan rohani terjadi.

Bagaimana wajah Eropa hari-hari ini, gereja-gereja besar itu megah tapi kosong tidak ada lagi jemaat yang beribadah. Gereja-gereja itu beralih fungsi menjadi bioskop, diskotik dan menjadi tempat ibadah bagi agama lain. Banyak saksi bertumbuhnya ke-Kristenan di abad pertengahan hari ini berkata saya tidak percaya Tuhan.

Kita mampu untuk mengajarkan Firman dan apa yang dikatakan oleh Alkitab  Tapi kita terkendala di dalam melakukan Firman. Kita kurang peduli bahkan sebenarnya mungkin tidak peduli sama sekali karena kita sibuk dengan banyak pergumulan dan persoalan yang terjadi dalam gereja lokal kita.

Banyak orang berpikir bahwa pekerjaan misi adalah sesuatu yang sulit. Pekerjaan misi tidak harus kita ke pedalaman terpencil sebagai seorang misionaris, tidak harus kita meninggalkan keluarga dan pekerjaan kita. Misi dapat kita lakukan di tengah-tengah lingkungan kita. Hal yang paling sederhana adalah menjadi saksi bagi dunia dapat kita lakukan melalui kehidupan kita, pekerjaan kita, melalui apapun yang saat ini kita kerjakan, melalui perkataan kita, tingkah laku, perbuatan kita yang sesuai kebenaran Allah, maka kita sedang mengerjakan misi Allah di dalam dunia.

Allah Roh Kudus memberikan kekuatan dan akan menuntun kita dalam menyelesaikan pekerjaanNya di tengah-tengah dunia.

Pdt. Yosua Tokonggono Wiharjo (Sinode Gereja Kristen Pengabar Injil)


TERKAIT

Memahami Hukum Perubahan

Konsep Dasar Beragama Hindu

Akhir Zaman: Quo Vadis?

Iman yang Berkemenangan

Pahlawanku adalah Inspirasiku