Melihat Revitalisasi KUA Jekan Raya Palangkaraya

Palangkaraya (Kemenag) --- Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi ujung tombak layanan Kementerian Agama. Sebab, unit teknis ini bersentuhan langsung dengan beragam kebutuhan masyarakat, baik terkait perkawinan, penyuluhan agama, konsultasi keluarga dan hukum Islam, hingga manasik haji dan lainnya. 

Wajar jika Menag Yaqut Cholil Qoumas menjadikan revitalisasi KUA sebagai salah satu program prioritas tahun 2021. Total ada 106 KUA yang menjadi target revitalisasi tahun ini, dari 5.945 KUA di Indonesia. Salah satunya adalah KUA Kecamatan Jekan Raya , Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Selain masuk program revitalisasi, KUA Jekan Raya juga menjadi piloting program Pusaka Sakinah 2021. KUA ini berada di jalan Rinjani Bukit Hindu, Palangkaraya. Sebagai Kepala KUA, Lukmanul Hakim. 

KUA Jekan Raya memiliki 13 pegawai, terdiri atas 9 PNS dan 4 Non PNS. Dari jumlah itu, ada 5 penghulu. Sisanya penyuluh dan jabatan fungsional umum. Merekalah yang paling banyak bertemu dan bersentuhan dengan layanan kemasyarakatan. 

Sebagai KUA Revitalisasi, bangunan KUA Jekan Raya berdiri cukup kokoh. Gedung layanan itu dibangun dengan dana SBSN tahun 2014 di atas lahan seluas 1.355 meter persegi. KUA ini dilengkapi ruang pernikahan atau balai nikah yang cukup luas. Masih ada lahan kosong yang cukup luas dan itu bisa dimanfaatkan untuk perluasan pembangunan gedung KUA ke depan. 

“Kami berharap ada dana tambahan dari Kementerian Agama untuk perluasan gedung KUA ini, sebagai KUA piloting revitalisasi di Kalteng. Ini bagian peningkatan pelayanan bagian dari program revitalisasi KUA. KUA ini sebagai percontohan selain sarana prasarana yang baik, harus juga diimbangi dengan pelayanan yang baik dan akan terus kami tingkatkan,” kata Lukmanul Hakim, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/12/2021). 

“Kami pegawai di sini, terlebih yang memberikan layanan pernikahan, selalu memberikan pelayanan dengan senyum dan sapa, dan tidak emosi,” tambahnya. 

Lukmanul Hakim menambahkan, dirinya selalu berpesan kepada para pegawainya dalam memberikan layanan kepada masyarakat agar menggunakan bahasa-bahasa yang baik, santun, sopan, dan terkadang juga menggunakan bahasa daerah. 

"Alhamdulillah kami sudah banyak mengikuti bimtek di Jakarta yang dilaksanakan oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah," imbuhnya.

Kasi Bina Kepenghuluan Wilayah I, Ditjen Bimas Islam, Insan Khoirul Qolbi dalam monitoring dan supervisi ini menuturkan bahwa program revitalisasi KUA yang digalakkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama. 

Sebagaimana di beberapa tempat, menurutnya, Menag Yaqut yang kerap disapa Gus Men ini bertekad akan merevitalisasi layanan Kantor KUA di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 5.945 unit lebih. Dengan revitalisasi ini, maka ke depan KUA akan memiliki layanan keagamaan yang lebih mudah, kredibel, dan transparan. 

“Tahun 2021 ini, total ada 106 KUA yang direvitalisasi. Kami ke sini, untuk memastikan secara langsung bahwa revitalisasi KUA berjalan dengan baik. Revitalisasi akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya hingga 2024 masing-masing tahun menyasar 1.000 KUA,” ujar laki-laki yang akrab disapa Insan Pane ini.  

Dia berharap KUA harus menjadi pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel dan moderat dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama. Setiap pelayanan KUA harus berpegang pada prinsip moderat, inklusif, mudah, handal, cepat, kredibel, dan transparan. 

“Jangan sampai ada aduan masyarakat semisal pungli dan pelayanan yang tidak menyenangkan dari petugas KUA. Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak ada menerima aduan dari Palangkaraya ini. Karena itu harus dipertahankan. Mari bekerja dan melayani masyarakat semaksimal mungkin. Karena kita semua adalah pelayan yang harus menyapa masyarakat dengan baik dan luwes,” pesan Insan Pane yang pernah nyantri di Ponpes Salafiyah Darul Ma'arif dan Ponpes Modern Ar-Rasyid ini.