Masih Pandemi, Sippa Dhamma Samajja Nasional Digelar Daring

Pekanbaru (Kemenag) --- Ditjen Bimas Buddha Kemenag kembali menggelar Sippa Dhamma Samajja. Ini merupakan ajang bagi siswa siswi Agama Buddha untuk melakukan unjuk kreativitas kreativitas, keterampilan, kemahiran dan keahlian dalam Dhamma.

"Karena masih pandemi, Sippa Dhamma Samajja tahun ini digelar secara daring, 21 - 25 Juni 2021," terang Dirjen Bimas Buddha Caliadi di Jakarta, Senin (21/6/2021).

"Panitia dan tim penilai, dipusatkan di Pekanbaru, Riau sebagai tuan rumah. Sebelum bertugas, mereka telah dilakukan swab rapid antigen dan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat," sambungnya.

Sippa Dhamma Samajja merupakan event nasional tiga tahunan. Tahun ini adalah gelaran yang ke delapan kali sejak pertama dilaksanakan pada 2009.

"Event ini memperebutkan piala bergilir Menteri Agama sebagai juara umumnya. Juara umum pada event pertama adalah kontingen provinsi DKI Jakarta kemudian pada tahun-tahun berikutnya adalah Banten, Banten, DKI  Jakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DKI Jakarta," jelas Caliadi.

"Menag besok dijadwalkan akan memberikan sambutan pembukaan secara virtual," lanjutnya.

Sippa Dhamma Samajja diikuti oleh siswa siswi tingkat SD, SMP, dan SMA/K yang merupakan perwakilan terbaik dari 34 provinsi di Indonesia.
Bidang lomba yang dipertandingkan adalah Dhamma Gita (Menyanyi Lagu Rohani Buddha) Putra dan Putri; Dhammavijja (Cerdas Cermat); Dhamma Vikata (Cerita Bergambar); Dhammapada (Membaca Syair); Dhammakatha (Pidato Buddhis); dan Dhammakkhayika (Bercerita Buddhis).

Sippa Dhamma Samajja 2021 mengusung tema “Modena” Moderat dan Nasionalis. Direktur Urusan dan Pendidikan Buddha Supriyadi berharap kegiatan ini mampu mendorong siswa siswi agama Buddha menjadi warga negara yang harmonis, hidup saling berdampingan, mampu menghargai setiap perbedaan, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dalam membangun kekuatan bangsa.

"Sippa Dhamma Samajja bertujuan mewujudkan siswa siswi agama Buddha yang cerdas, unggul, berkarakter, moderat dan nasionalisme, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa," ujarnya.

"SDS juga menjadi sarana untuk meningkatkan potensi dan peran para siswa siswi Buddha melalui unjuk kreativitas, keterampilan, kemahiran dan keahlian dalam Dhamma," tandasnya.