Mahasiswa IAIN Surabaya Bisa Transfer SKS di PTN Se-Jatim

Surabaya, 25/7 (Pinmas) - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, Surabaya bisa melakukan tranfer satuan kredit semester (SKS) di sembilan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur mulai semester ganjil tahun akademik 2006/2007. "Syaratnya, mahasiswa bersangkutan menempuh mata kuliah tertentu yang sejenis di PTN, tapi mahasiswa dari PTN lain di Jatim juga bisa melakukan hal serupa terhadap IAIN Sunan Ampel," ujar rektor IAIN Surabaya, Prof Dr HM Ridlwan Nasir MA, di Surabaya, Senin.

Ia mencontohkan mahasiswa Fakultas Syariah (Hukum Islam) Jurusan Syasiah dan Jinayah bisa memprogram mata kuliah pengantar hukum tata negara di Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya."Atau, mahasiswa Fakultas Dakwah bisa mengambil mata kuliah di Fisip Unair, Universitas Jember (Unej), dan sebagainya," paparnya.

Senada dengan itu, Pembantu Rektor Bidang Administari Umum IAIN Surabaya, Prof Dr H Nur Syam MSi menyatakan langkah semacam itu diambil berdasarkan kesepakatan Paguyuban Rektor dan Pembantu Rektor PTN se-Jawa Timur. "Paguyuban tersebut memang melakukan pertemuan rutin tiap dua bulan yang pokok pembicaraannya seputar masalah-masalah aktual dunia pendidikan, bahkan sembilan rektor PTN se-Jatim juga bertemu lagi di IAIN Surabaya pada 25 Juli," ungkapnya.

Menurut dia, sembilan PTN yang sepakat melakukan transfer SKS adalah Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan IAIN Sunan Ampel Surabaya.Selain itu, Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, dan Universitas Negeri Jember (Unej).

"Tapi, transfer SKS harus memenuhi persyaratan, diantaranya SKS yang ditawarkan kedua PTN harus sama, setiap mahasiswa diberi hak 19 SKS di PTN lain, sedangkan PTN asal mahasiswa hanya berhak mengirim lima mahasiswa di PTN lain," tegasnya.Ia menambahkan pembatasan lima mahasiswa itu untuk menghindari eksodus mahasiswa ke PTN lain. "Kalau seperti itu nanti tentu yang repot PTN yang dituju. Soal biaya alih kredit itu tidak ada," ucapnya.(Ant/Ba)