Kuliah Umum di IAIN Takengon, Wamenag: Jadikan Agama Sumber Peningkatan Peradaban

Takengon (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi berpesan kepada para mahasiswa untuk menjadikan agama sebagai sumber peningkatan peradaban umat. Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan kuliah umum di IAIN Takengon, Aceh.

Kuliah umum diberikan dengan tajuk ‘Penguatan Strategi Pembelajaran Moderasi Beragama pada PTKI’. “Memang seharusnya agama dijadikan sebagai sumber peningkatan peradaban, bukan sebatas identitas kelompok sosial, sehingga tidak dimaknai sebagai ancaman antar kelompok keagamaan itu sendiri, baik eksternal maupun internal,” terang Wameng di Takengon, Sabtu (16/4/2022).

“Kehadiran agama yang berbeda-beda itu mestinya mengintegrasikan, bukan malah dijadikan arena pengukuhan segregasi sosial dan kekerasan atas nama agama,” sambungnya.

Dalam konteks itu, Wamenag melihat pentingnya penguatan moderasi beragama yang saat ini menjadi salah satu program priotitas Kementerian Agama. Menurutnya, pemahaman keagamaan yang moderat melihat dan memahami bahwa keberagamaan atau perbedaan adalah suatu hal yang niscaya dan dinamis.

“Moderasi beragama adalah sebuah komitmen untuk mengajarkan kepada kita tentang ruang-ruang yang ada dalam perbedeaan. Produk dari moderasi beragama adalah toleransi,” sebutnya.

“Moderasi beragama secara prinsip jangan dipahami sebagai moderasi agama. Sebab agama sudah mengajarkan nilai-nilai moderat,” sambungnya.

Menurut Wamenag, agama bisa meneguhkan nilai-nilai Pancasila dan kerukunan, manakala dimaknai sebagai sumber peradaban dalam masyarakat yang plural seperti Indonesia. “Saya bersyukur dan bangga Indonesia telah final mengatur hal tersebut. Agama dan negara yang saling melengkapi berjalanan seiringan bahkan sebagai pedoman dalam bernegara,” ucap Wamenag.

Bahkan, lanjut Wamenag, hukum agama diadopsi sebagai hukum positif, seperti Undang-undang Pernikahan, Wakaf, Jaminan Produk Halal, bahkan juga UU Tindak Pidana Korupsi. “Hubungan agama dan negara sangat berkaitan erat, tidak dapat dipisahkan,” sebutnya.

Wamenag berpesan agar PTKI mengambil peran terdepan dalam penguatan moderasi beragama. PTKI juga harus beradaptasi dan mengembangkan inovasi-inovasi yang lebih bermanfaat dan berdampak luas.

Rektor IAIN Takengon Zulkarnain menegaskan komitmennya untuk mengawal program priotitas Kementerian Agama dalam penguatan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Negeri. Menurutnya, salah satu kunci dalam proses penguatan moderasi beragama adalah komunikasi yang baik. 

“Untuk itu, IAIN Takengon sebagai bagian dari perguruan tinggi keagaman Islam binaan Kementerian Agama siap menyebarluaskan serta memberi pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang moderasi beragama,” terang Zulkarnain.

“IAIN Takengon yang bertranformasi sejak tahun 2020 juga akan terus mengembangkan kampus menuju Cyber Islamic University,” sambungnya. 

Menurut Zulkarnain, pihaknya saat ini terus melakukan upaya pengembangan dan peningkatan kualitas perkuliahan di kampus. Sejumlah saran dan prasarana terus dilengkapi. Demikian juga dengan sumber daya manusia (SDM), IAIN Takengon terus berupaya melakukan peningkatan kualitas mereka.

“Ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan perguruan tinggi berkualitas di Bumi Gayo. Kami tengah bersiap untuk transformasi menjadi Universitas Islam Negeri atau UIN,” tandasnya

Turut hadir dalam kuliah umum Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Rektor IAIN Takengon Zulkarnain, Direktur Penerangan Islam, Kanwil Kemenag Prov. Aceh Plt. Kabag TU Marzuki, Ka.Kemenag Aceh Tengah Saidi Bentara.