Kubu Islam Somalia Berikrar Akan Bangkit Dari Puing-puing

Mogadishu, 3/1 (Pinmas) - Sementara Ethiopia, Selasa, menyatakan tentaranya akan tetap berada di Somalia selama beberapa pekan guna membantu pemerintah menenteramkan negara di Tanduk Afrika tersebut, kubu Islam --yang mereka kalahkan dalam perang singkat-- berikrar akan bangkit dari puing-puing. Kelompok Islam, yang meninggalkan kubu terakhir mereka Senin, setelah konflik dua-pekan, menyatakan mereka menolak tawaran pemerintah untuk menyerah dan laporan mengenai penyergapan mematikan terhadap pasukan Ethiopia memperlihatkan perang mungkin jauh dari usai.   

Sehari setelah tentara Ethiopia bergerak memasuki kota kecil di Somalia selatan, seorang warga di Jilib mengatakan seorang pria Somalia bersenjata menembak mati dua prajurit mereka di daerah tersebut Selasa.    Ia menyatakan pasukan Ethiopia menewarkan penyerang itu dan, belakangan dua lagi orang Somalia. Satu sumber pemerintah Somalia mengkonfirmasi penyergapan tersebut tapi mengatakan hanya satu prajurit Ethiopia tewas. Kubu Islam tak mengklaim bertanggung jawab langsung tapi serangan semacam itu memperlihatkan perubahan taktik.  

Banyak pengulas mengatakan kelompok Islam, yang mendapat bantuan sebagian petempur asing, mungkin melancarkan perlawanan gaya-Irak terhadap pemerintah yang mereka pandang didukung oleh negara yang dipimpin oleh orang-orang yang berbeda agama dengan mereka.   Tentara, tank dan pesawat tempur Ethiopia membantu pemerintah Somalia mengusir petempur Israel dari ibukota negeri itu, Mogadishu, pekan lalu, setelah keluar dari pangkalannya, Baidoa, guna mengakhiri enam bulan kekuasaan kubu Islam di seluruh sebagian besar wilayah Somalia selatan.   "Jika dunia mengira kami sudah mati, mereka mesti tahu kami masih hidup. Kami akan bangkit dari puing-puing," kata jurubicara kubu Islam Abdirahim Ali Mudey melalui telefon dari satu tempat persembunyian.  

"Serangan tersebut adalah apa yang telah kami janjikan, sebagai perubahan taktik untuk memerangi tentara Ethiopia," kata Mudey. "Kami berpencar di mana, tentara kami berada hampir di mana-mana."   Di Addis Ababa, Perdana Menteri Ethiopia Meles Zenawi --yang memuji tentaranya karena mengalahkan milisi Islam dalam perang tersebut-- mengatakan pasukannya hanya akan berada "selama beberapa pekan" sementara pemerintah menenangkan negara yang kacau itu.                     Pasukan pemelihara perdamaian"Terserah kepada masyarakat internasional untuk menggelar pasukan pemelihara perdamaian di Somalia tanpa penundaan guna menghindari kevakuman dan kebangkitan kembali pelaku teror dan kaum ekstrim," kata Meles.  

Di Mogadishu, tempat pemerintah sementara mendirikan pos pengumpulan senjata pada awal upaya untuk melucuti senjata di salah satu kota paling berbahaya di dunia tersebut, Perdana Menteri Somalia Ali Mohamed Gedi mengatakan tentara Ethiopia mungkin akan berada di negeri itu selama beberapa bulan.   Pemerintah Somalia telah menyerukan penempatan misi pemelihara perdamaian Afrika --yang disahkan oleh PBB sebelum perang itu-- sesegera mungkin.Uganda telah menawarkan satu batalion, tapi, Selasa, menyatakan negara tersebut tak ingin menggelar tentara kecuali strategi dan misinya ditetapkan secara jelas. Nigeria juga diduga akan memberi bantuan.(Ant/Reuters/Ims)