Kongres Tokoh Agama Upayakan Pecahnya Masalah Antar Umat Beragama

Jakarta, 10/8 (Pinmas) - Kongres pertama Tokoh Agama se-Indonesia akan digelar untuk memecahkan berbagai masalah kultural, HAM, harmonisasi sosial, demokrasi beragama dan persoalan menyangkut absolutisme dan relativisme beragama di Indonesia. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Departemen Agama, Abdul Fatah dalam acara coffee morning di Jakarta, Kamis, mengatakan acara itu akan dibuka Menkokesra pada 22 Agustus dan ditutup 24 Agustus 2006 di Jakarta.Kongres ini, ujarnya bertujuan untuk menciptakan suasana kehidupan yang kondusif dengan memfungsikan Pancasila sebagai etika bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.   

Selain itu bertujuan untuk merancang keberagamaan umat yang dewasa dan merumuskan aksi bersama umat beragama dalam menghadapi tantangan global dan tantangan internal bangsa. Kompleksitas persoalan umat beragama akhir-akhir ini, ujarnya, membutuhkan langkah-langkah kongkret.    Menurut dia, pendekatan terhadap umat beragama yang masih relevan adalah menjadikan para tokoh agama dan majelis-majelis agama sebagai mitra pemerintah. "Mitra itu termasuk dalam hal merumuskan pemecahan yang didasari prinsip toleransi, kebersamaan, keterbukaan, keadilan dan kejujuran tanpa mereduksi masing-masing ajaran agama," katanya.  

Kongres bertema "Membangun Kerjasama, Mengatasi Berbagai Problema, Meningkatkan Kontribusi Umat Bagi Kemajuan Bangsa" itu akan diikuti 225 tokoh umat berbagai agama. Mereka adalah utusan provinsi dari majelis-majelis agama atau Ormas Keagamaan dan Kepala Kanwil Depag, serta utusan pusat dari majelis agama pusat dan pimpinan ormas keagamaan.(Ant/Ims)


REKOMENDASI