Komandan Laskar MMI: 30 Muhajidin Terdaftar Di Yogyakarta

Yogyakarta, 10/8 (Pinmas) - Komandan Laskar Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abdul Haedar mengatakan hingga hari kedua, Kamis (10/8)  sejak pendaftaran dibuka Rabu (9/8) sudah terdaftar sekitar 30 mujahidin (pejuang yang berperang demi membela agama Islam) di Yogyakarta. "Gelombang pertama pendaftaran akan dibuka sampai Rabu pekan depan (16/8), dan diharapkan terdaftar sekitar 100 mujahidin yang akan dikirim untuk membantu perjuangan rakyat Lebanon dan Palestina melawan agresi militer Israel," katanya ketika dihubungi pers di Yogyakarta, Kamis.  

Ia mengatakan, para mujahidin ini sebelum berangkat ke Lebanon dan Palestina akan diseleksi ketat serta dilatih terlebih dulu terutama berkaitan dengan kesiapan fisik, mental, keterampilan dan bahasa.   "Fisik dan mental adalah dua faktor yang sangat penting bagi seorang mujahidin ketika sudah berada di Lebanon dan Palestina," kata Haedar.    MMI sudah meminta bantuan TNI/Polri untuk menggembleng kesiapan fisik dan mental para mujahidin tersebut. "MMI pernah bicara soal pelatihan fisik dan mental itu dengan TNI/Polri, namun sejauh ini belum ada tanggapan," ujarnya.  

Ditanya soal biaya keberangkatan para mujahidin ke Lebanon dan Palestina, Haedar mengatakan, "Yang lebih `afdal` disiapkan oleh mujahidin sendiri karena ini jihad".    Ia mengimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk bersatu membantu perjuangan rakyat Lebanon dan Palestina melawan kebiadaban `zionisme` Israel.   "Kalau tidak bisa membantu secara fisik dengan berangkat ke Lebanon dan Palestina, bisa berpartisipasi dalam pendanaan.  Dana tersebut bisa disalurkan ke setiap perwakilan MMI yang tersebar di sjeumlah kota di Indonesia," tegas Haedar.(Ant/Myd)