Kita Diskusikan dan Cari Solusi Polemik Gereja Cilegon

Sudah hampir sepekan saya mencermati polemik rencana pembangunan gereja di Cilegon. Prosesnya sudah bergulir lama, hanya isunya mencuat setelah ada penandatangan petisi penolakan dari masyarakat, termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon. 

Polemik semacam ini tidak baik kalau berkepanjangan. Untuk itu, saya akan segera mengundang para pihak terkait untuk bisa duduk bersama membahas solusi terbaiknya. Kita akan diskusikan solusinya, termasuk dengan Wali Kota Cilegon dan tokoh masyarakat. Saya mengundang mereka untuk bertemu pada 14 September mendatang.

Selain Wali Kota, saya undang juga Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. Dari internal Kemenag, saya minta untuk hadir, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, Plt. Dirjen Bimas Kristen Kemenag, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon.

Persoalan ini perlu didudukkan secara jernih dan tidak emosional. Pertemuan para stakeholders terkait sangat penting untuk mendudukan persoalannya dan menyelesaikan problemnya. Di situ, beragam perspektif akan kita diskusikan bersama, baik dari aspek regulasi, kesejarahan, dan masing-masing relevansinya dalam konteks kehidupan kebangsaan masa kini. 

Saya yakin akan ada solusi terbaik. Sebab, spirit agama adalah mendekatkan manusia kepada Tuhan. Semakin dekat dengan Tuhan, semakin sempit ruang bagi manusia untuk saling membenci dengan lainnya. Insya Allah akan ada solusi terbaiknya.


REKOMENDASI