Ketuk Pintu Mustahik, Cara UPZ Kemenag Rembang Salurkan Zakat di Masa Pandemi

Rembang (Kemenag) --- Mata perempuan paruh baya itu berkaca-kaca, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Sabtu (7/8/2021) siang ini, Choiriyatul Ichwani, begitu nama perempuan tersebut mengaku amat berbahagia. Beberapa menit sebelumnya, tim Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kabupaten Rembang baru saja mengetuk pintu rumah tempat tinggalnya dan membawakan sepaket sembako.

"Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama Kabupaten Rembang yang peduli kepada kami warga Rembang yang terkena imbas pandemi covid19 ini,” ujar Choiriyatul sembari terisak dan memeluk paket sembako dengan tangan rentanya. 

Kepada Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rembang Abdul Ghofur, perempuan berusia 62 tahun ini pun berkisah beratnya menjalani kehidupan selama pandemi. Choiriyatul yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pedagang keliliing jajanan anak-anak ini mengaku pendapatannya menurun drastis selama pandemi. 

Ia menuturkan, karena sekolah libur pendapatannya pun menurun drastis. “Meski sudah keliling desa, tapi dagangan sepi,” cetus perempuan yang mengaku ditinggal pergi sang suami sejak 20 tahun lalu ini. 

Karenanya, paket sembako yang diberikan UPZ Kemenag Kabupaten Rembang, menurut Choiriyatul amat bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya. Warga Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang ini menyampaikan bahwa ia masih memiliki tanggungan satu orang anak. Sementara rumah yang ia tinggali saat ini pun masih menumpang dengan kerabat. 

Selain menyalurkan paket sembako, Penyuluh Agama Islam Abdul Ghofur tidak lupa juga untuk mengingatkan penerapan Protokol 5M+1D kepada Choiriyatul. "Panjenengan tetap laksanakan 5 M nggeh, tambah satu lagi yaitu doa biar pandemi di Indonesia berlalu," ungkapnya ditemani oleh Penyuluh non PNS lainnya, Mudrik Bahraini.

Choiriyatul, merupakan salah satu warga Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang yang menjadi sasaran penyaluran zakat dari UPZ Kemenag Kabupaten Rembang. Pandemi Covid19 menyisakan sejuta kisah. Ketidakpastian ekonomi membuat banyak masyarakat, utamanya yang kurang mampu dan fakir miskin sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. 

Prihatin akan fenomena ini, UPZ Kankemenag Kabupaten Rembang mengadakan program pendistribusian zakat kepada 716 warga terdampak pandemi. Adapun mustahiK yang diprioritaskan adalah fakir miskin dan takmir masjid, juga masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri. Masing-masing mustahik menerima paket sembako senilai Rp150ribu.

Bantuan diserahkan langsung dengan cara mengetuk pintu rumah para mustahik. Pendistribusian ini dilaksanakan melalui jajaran KUA dan para Penyuluh Agama Islam Fungsional dan non PNS di 15 KUA Kecamatan se-Kabupaten Rembang.

Kepala KUA Kecamatan Kaliori, Ali Akhyar menyampaikan program penyaluran zakat dengan mengetuk pintu mustahik ini diharapkan dapat memberikan sedikit kegembiraan bagi para mustahik. Ini disampaikan Ali Akhyar usai mengantarkan paket sembako kepada seorang janda lansia di Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori. 

Sri Wahyuni, nama janda tersebut, menurut Ali hidup sebatang kara di gubug kecil di tengah perkampungan desa Dresi Kulon. Perempuan kelahiran Desember 1946 ini mengaku telah lama ditinggal wafat keempat anaknya. 

“Kulo sedih yen kemutan anak-anak kulo sampun mati sedanten. (Saya merasa sedih ketika ingat anak-anak saya yang sudah meninggal semua),” seketika tangis Sri pecah. Dadanya sesak ketika mengungkapkan hal itu kepada Ali Akhyar.

Selama pandemi ini, menurut Ali, Sri sudah tidak punya kekuatan untuk bekerja sehingga kehidupannya sehari-hari bergantung pada uluran tangan para tetangga dan pihak desa. “Rumahnya pun merupakan bantuan dari warga setempat. Semoga bantuan UPZ Kemenag Rembang dapat membantu Ibu Sri,” kata Ali Akhyar. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, H. M. Fatah mengatakan, pembagian sembako merupakan kepedulian dari Kemenag Rembang untuk meringankan beban warga yang mengalami kesulitan akibat pandemi. Terutama sejak diberlakukan PPKM baik Darurat maupun PPKM level 4.

Fatah menegaskan, selama ini pihak Kemenag melalui penyuluh agama turut berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini yaitu  gerakan 5M + 1D yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas serta doa. (Abdul Ghofur/Shofatus Shodiqoh)