Kerukunan Beragama Di Jambi Perlu Jadi Rujukan Di Indonesia

Jambi, 8/8 (Pinmas) - Kerukunan antar umat beragama dan terintegrasinya antar suku di Jambi yang membuat daerah itu kondusif dan dinilai daerah cukup aman dari potensi konflik perlu menjadi rujukan daerah lain. Kepala Pusat Penelitian IAIN Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi, H Helmi di Jambi, Senin mengatakan, hasil penelitian IAIN setempat terjalinnya kerukunan antar umat beragama dan terintegrasinya masyarakat dari berbagai suku atau etnis telah disampaikan ke pemerintah pusat melalui Departemen Agama. 

"Hasil penelitian itu telah kita sampaikan pemerintah pusat dalam hal itu Departemen Agama melalui Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbangda) Provinsi Jambi," katanya.   Ia menjelaskan, kerukunan itu juga terlihat dari pendirian rumah-rumah ibadah, seperti masjid, surau, dan langgar, serta rumah ibadah gereja, dan klenteng di berbagai daerah tersebut tanpa menimbulkan konflik.   

Misalnya rumah ibadah agama kristen selain ada beberapa di pusat kota, juga ada sebuah kawasan tempat sejumlah bangunan gereja (kawasan Kota Baru Kota Jambi).Meski Provinsi Jambi merupakan daerah yang heterogen dan religius dengan budaya Melayu, namun keharmonisan dan saling menghargai antara umat beragama dan antar etnis berjalan cukup baik.    Penduduk Jambi dengan 2,7 juta jiwa mayoritas muslim dari berbagai suku Melayu, Minang, Jawa, Sunda, Batak, Bugis, dan Banjar.Keharmonisan itu tak luput dari kerja keras pemerintah daerah, serta kesadaran masyarakat Jambi menghargai suku dan agama lain. Sebab dalam budaya Melayu Jambi menghargai orang lain dan menghormati tamu merupakan suatu keharusan bagi masyarakat adat Melayu.(Ant/Ims)


REKOMENDASI