Kementerian Setneg Jadikan Agen Perubahan Kemenag sebagai Benchmarking

Jakarta (Kemenag) --- Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) menjadikan agen perubahan Kementerian Agama sebagai benchmarking (tolok ukur) pelaksanaan RB dan melahirkan agen-agen perubahan. 

Hal ini disampaikan tim Reformasi Birokrasi (RB)  saat beraudiensi dengan Kepala Biro Ortala Setjen Kemenag Ahmad Luthfi dan jajaran di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat. 

"Ini memang tindak lanjut dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) yang sejak tahun lalu sudah menjadikan Kementerian Agama sebagai sebagai benchmarking (tolok ukur) pelaksanaan RB dan melahirkan agen-agen perubahan," ujar Ida perwakilan tim RB Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (11/8/2022) 

Bahkan, lanjutnya, Kementerian Setneg juga  mempelajari Sistem Informasi Agen Perubahan (SIAPe) Biro Ortala kementerian Agama. "Jadi kami banyak belajar dan khusus hari ini kami ingin menggali lebih dalam tentang agen perubahan di Kementerian Agama," sambungnya.  

Ia menambahkan dari benchmarking sebelumnya, Kementerian Sesneg melihat sudah ada pedoman, penghargaan, kompetisi agen perubahan dan yang ingin lebih digali adalah membangun mindset budaya kerja Agen Perubahan dari pusat sampai ke daerah. 

"Kami cukup apresiasi sekali bahwa teman-teman agen perubahan Kemenag, baik di pusat dan daerah, sinerginya sama.  Jadi kami ingin mempelajari itu bapak dan ibu sekalian, kok bisa memotivasi agen perubahan yang ada di seluruh Indonesia. Semoga sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Sekretariat Negara dalam melahirkan agen perubahan terus berjalan dengan baik,"  harapnya.

Sementara itu Kepala Biro Ortala Setjen Kemenag Akhmad Lutfi mengaku merasa terhormat atas dijadikannya agen perubahan Kemenag sebagai Benchmarking oleh Kementerian Setneg. 

"Kami merasa terhormat dan bersyukur bisa silaturahim dengan tim RB Kementerian Setneg sekaligus berbagi pengalaman terkait agen perubahan di Kemenag. Tentunya kehormatan ini harus kami jaga karena kalau sudah dikunjungi dan dijadikan benchmark tentunya akan menjadi beban. Dan kesan baik ini harus kami jaga," kata Lutfi. 

"Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat dan menginspirasi apa-apa yang sudah kami lakukan terkait program-program yang sudah kami lakukan khususnya di Biro Ortala yang telah membina agen-agen perubahan yang jumlahnya 532 orang baik di pusat dan daerah," tambahnya. 

Ia menambahkan kehadiran agen-agen perubahan sangat mempengaruhi Kementerian Agama dalam mewujudkan Reformasi Birokrasi dan prestasi lainnya, seperti meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) begitu juga dalam pencapaian kerja program anggaran serta penghargaan lainnya. 

"Tahun 2021 kami meraih pencapaian yang luar biasa, Kementerian Agama meraih pencapaian tertinggi program anggaran dari seluruh kementerian dengan skor 91,51 dan menjadi nomor satu dari Kementerian yang ada. Dan ini ada andil dari agen perubahan Kemenag," tandas Lutfi