Kemenag Sumut Bantu Pesantren Terdampak Banjir di Padang Lawas

Jakarta (Kemenag) --- Banjir bandang terjadi di Padang Lawas, Sumatera Utara, pada malam pergantian tahun baru, Jum'at, 31 Desember 2021. Banjir terjadi di empat desa, yakni Desa Tamiang, Tanjung Barani, Tanjung Baru dan Desa Manggis. Semunya berada di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Padang Lawas, Sumatera Utara.

Kakanwil Kemenag Sumut, Abd Amri Siregar menyampaikan rasa duka atas banjir bandang yang terjadi di Padang Lawas. "Kita langsung kontak Kankemenag Padang Lawas, Abd Manan, untuk segera bergerak mendata, khususnya madrasah, pesantren dan lainnya yang terdampak banjir," kata Abd Amri Siregar, Selasa (4/1/2022).

"Informasi saat ini, kalau madrasah tidak ada yang terdampak banjir. Namun, Pondok Pesantren Nizhomul Hikmah, terkena banjir. Di dalamnya ada MTs Swasta dan MA Swasta, serta MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah)," tambahnya.

Pondok Pesantren Nizhomul Hikmah, kata Abd Amri Siregar, kondisinya rusak berat. Ada lima ruang asrama putri yang rusak berat, 10 ruang kelas rusak sedang, termasuk masjid putra juga rusak berat. Kankemenag setempat masih masih terus melakukan pendataan.

Bersamaan peringatan Hari Amal Bhakti ke-76 Kementerian Agama, lanjut Abd Amri Siregar, Kanwil Kemenag Sumut melalui UPZ membantu pesantren yang terdampak banjir bandang di Padang Lawas sebesar Rp50 juta. Kankemenag Padang Lawas bersama Pemerintah Kabupeten Padang Lawas juga melakukan penggalangan dana pada upacara HAB 76 Kemenag.

"Selain penggalangan dana tersebut, dilakukan juga pengumpulan pakaian bekas layak pakai. Insya Allah paling lambat hari Kamis akan disalurkan ke posko bencana yang ada di sana," terangnya.

Abd Amri Siregar juga mengajak masyarakat untuk saling bantu. “Semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan, dan terhindar dari segala marabahaya," tutupnya.