Kemenag Perkuat Kompetensi Admin dan Pengelola Keuangan LPTK

Labuan Bajo (Kemenag) --- Kementerian Agama Melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah menggelar Refreshment Kompetensi bagi Admin dan Petugas Keuangan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan  (LPTK) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU) penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2022.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Muhammad Zain mengapresiasi kinerja Tim Admin dan Tim Pengelola Keuangan PPG yang selama ini telah memberikan layanan terbaiknya. Menurut Zen, suksesnya penyelenggaraan PPG tidak hanya dipengaruhi kualitas SDM Dosen dan Guru Pamong, tapi juga peran seorang operator yang secara teknis menjembatani komunikasi efektif antara Dosen dan Mahasiswa PPG.

"Tata kelola PPG tidak semata-mata hanya akademik, tapi yang terpenting secara administratif, baik penggunaan LMS maupun pelaporan keuangannya," ungkap Zain di Labuhan Bajo, Kamis (17/11/2022).

Dikatakan Zain, terbangunnya sinergitas semua pihak berpengaruh signifikan bagi terwujudnya tata kelola layanan PPG yang lebih baik. Baik PTKIN maupun PTU, katanya, harus memiliki tata kelola yang terstandar, terlebih dalam mengelola anggaran PPG yang berbasis APBN, APBD, maupun dari LPDP.

"Jika LPTK sudah memiliki sistem tata kelola PPG Daljab yang baik, maka itu harus terus diperkuat terutama dalam mempersiapkan dirilisnya kebijakan PPG Pra Jabatan pada tahun depan," paparnya.

Hadir mendampingi, Kasubdit Bina GTK MI dan MTs Ainurrofiq mengajak semua Tim Teknis di seluruh LPTK untuk memahami tata pengelolaan anggaran sebaik mungkin sesuai ketentuan yang berlaku. Ainurofiq menjelaskan, ke depan tantangan mengelola PPG akan semakin kompleks karena berpotensi penambahan kuota dan juga anggaran.

Sekretaris Panitia Nasional PPG Kementerian Agama, Mustofa Fahmi melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi para Tim Admin dan Tim Pengelola Keuangan PPG dengan fokus kepada praktik mekanisme input dokumen dan penyusunan laporan keuangan berbasis aplikasi. 

Fahmi mengungkapkan bahwa tidak hanya PPG yang didanai dari LPDP saja, yang tata kelola keuangannya terintegrasi melalui aplikasi, tapi juga PPG reguler berbasis APBN dan APBD di tahun depan.

Peserta kegiatan ini berjumlah 100 orang, terdiri atas Admin dan Bendahara PTKIN, PTU dan beberapa LPTK binaan Bimas Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. Mereka juga dibekali materi penguatan Moderasi Beragama.

"Dalam rangka menciptakan profil mahasiswa PPG sebagai guru profesional berkarakter MODIS (Moderat, Inovatif, Inspiratif dan Transformatif), tim tata kelola administrasi PPG juga penting untuk diperkuat dalam pemahaman keagamaan dan wawasan kebangsaan," pungkasnya. (MF)