Kemenag Minta PTK Kristen Internalisasikan Moderasi Beragama dalam Perkuliahan

Jakarta (Kemenag) --- Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury berharap civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) Kristen aktif menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam perkuliahan.

Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Kristen, Thomas Pentury saat memberikan Kuliah Umum, di STT Bala Keselamatan Palu, secara virtual, Rabu (1/9/2021). Acara ini diikuti para civitas akademika STT Bala Keselamatan Palu, mahasiswa, dan tokoh agama Kristen.

"Moderasi beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Moderasi beragama juga menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran sehingga Indonesia maju," papar Thomas Pentury.

"Setiap individu harus dapat menerima keberagaman sebagai anugerah. Karenanya, setiap individu harus bersikap terbuka terhadap perbedaan. Dan, setiap individu harus menjadikan konstitusi sebagai panduan kehidupan umat beragama dalam berbangsa dan bernegara, serta menaati aturan hukum dan kesepakatan bersama," sambungnya.

Dirjen Bimas Kristen juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, lembaga pendidikan berperan penting dalam meningkatkan SDM. 

"Pendidikan mempunyai kaitan erat dengan kebangkitan ekonomi nasional karena mampu melahirkan SDM berkualitas yang memiliki pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi," kata Thomas Pentury.

SDM berkualitas yang menguasai teknologi, lanjut Thomas, merupakan faktor penting dan determinan dalam peningkatan kapasitas produksi dalam perekonomian nasional yang dikenal dengan technology-driven economy. "Pendidikan dapat mendorong suatu bangsa mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan," tambah Thomas Pentury.

Menurut Thomas Pentury, pendidikan berkualitas juga dapat melahirkan manusia terpelajar, yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan serta menguasai teknologi sebagai penggerak utama dalam proses transformasi sosial menuju masyarakat yang maju, makmur dan sejahtera.

Saat ini, lanjut Thomas Pentury, arah pembangunan pendidikan pada Ditjen Bimas Kristen, mencakup empat hal esensial, pertama, adalah akses. Dimana, pada esensi ini dibutuhkan perluasan dan pemerataan pada tataran dunia pendidikan.

Esensi kedua adalah kualitas. Lembaga pendidikan memiliki pencapaian akademik menurut bidang keilmuan yang dikembangkan. Ketiga, adalah Relevansi. Kesesuaian dengan kebutuhan pembangunan industri dan pasar kerja. Dan esensi keempat adalah daya saing. Lembaga pendidikan mempunyai kapasitas untuk berkompetensi yang tercermin dari kinerja kelembagaan dan perseorangan.

"Saat ini, terlebih di masa Pandemi, percepatan perubahan cukup tinggi. Perguruan Tinggi dan mahasiswa dituntut untuk merespon dengan cepat perubahan yang ada agar dapat beradaptasi dengan cepat terhadap situasi yang ada," terang Thomas Pentury.

Bagi Thomas Pentury, trend globalisasi saat ini juga cukup tinggi dalam mengubah lingkungan kerja. Sehingga, dibutuhkan keterampilan baru, antara lain bahasa, komunikasi, dan pemahaman budaya.