Kemenag Minta ASN Pendis Jadi Duta Vaksin

Jakarta (Kemenag) --- Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Pendis untuk menjadi duta vaksin di lingkungan masing-masing.

"ASN Ditjen Pendidikan Islam harus mendukung upaya pemerintah menggencarkan program vaksinasi bagi masyarakat," tegas M Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

"ASN Ditjen Pendis diharapkan bisa menjadi duta vaksin bagi masyarakat sekitar," sambungnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 (Covid-19.go.id) pada Senin (26/7/2021), total vaksinasi pertama mencapai 44.728.320 dan total vaksinasi kedua berjumlah 18.129.878. Hal ini masih jauh dari target sasaran vaksinasi nasional yang mencapai angka 208.265.720.

ASN Pendis, kata Dhani, juga harus menyosialisasikan program dan kebijakan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. ASN Pendis juga harus dan mampu memfilter berita-berita hoax tentang vaksin.

“Mari kita sampaikan kepada masyarakat di sekitar, tentang apa yang menjadi program pemerintah saat ini, khususnya program vaksinasi. Tentunya dengan pendekatan humanis,” ujar Ramdhani di Jakarta, Selasa (27/07).

Menurut Ramdhani, ikhtiar lahiriah seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4, serta disiplin 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

"Ikhtiar lahiriah perlu diperkuat dengan ikhtiar bathiniah yaitu dengan menerapkan budaya 5+1 M dan +1 nya adalah memanjatkan doa," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, semua bisa berperan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid 19. “Dengan taat dan patuh terhadap pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan serta dengan memanjatkan doa dan zikir berharap Allah segera menghapus pandemi dari bumi ini,” terang Ramdhanii.

Ditambahkan Ramdhani, ikut vaksin tidak hanya dapat melindungi diri, tetapi juga orang-orang di sekitar. Vaksin Covid-19 diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengakhiri pandemi yang telah memakan banyak korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

“Keikutsertaan kita dalam program vaksinasi ini akan sangat membantu pemulihan negara,” pungkasnya.